Selasa, 08 April 2014
Asal Usul Desa Leuweung Gajah
Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi adalah Sultan Cirebon yang dikenal dengan sebutan Ki Kuwu Cirebon atau Pangeran Cakrabuana. Pada suatu waktu beliau bermaksud melakukan tapa sambil menyiarkan dakwah ke wilayah timur. Tampuk kesultanan untuk sementara diserahkan kepada keponakannya Syekh Syarif Hidayatullah.
Pangeran Walangsungsang dalam menyiarkan agama Islam kepada masyarakat Jawa senantiasa dibarengi dengan melakukan tapa (tirakat) di beberapa tempat, sehingga orang menyebutnya Ki Gede Pertapa.
Dalam salah satu perjalanan tapanya beliau mengajak putrinya Nyi Mas Cici beserta empat orang abdi dalemnya yang bernama Pangeran Danalampah, Pangeran Tenjosari, Nyi Mas Gandasari dan Nyi Mas Bodaya Kembang.
Sampailah Ki Gede Pertapa beserta para abdinya disebuah hutan belantara yang luas dan angker. Hutan itu dikenal dengan sebutan “ Leuweung Gede”. Untuk melepas lelah beristirahatlah mereka dibawah pohon lagondi (tempat itu kemudian dikenal dengan nama Blok Lagondi).
Sementara itu para danghyang yang menguasai hutan belantara Leuweung Gede mengetahui kedatangan rombongan Ki Gede Pertapa. Para penguasa rimba raya itu antara lain Nyi Mas Rambut Kasih dan pangeran Jaga Lonang bertempat di Cigobang Girang, Pangeran barangbang Siang di Cibogo, Pangeran Baranang Siang di Balagadog (Kubang Periuk), dan Pangeran jaga Utara di Bandarasri (Kubang kareo).
Kelima danghyang dibawah pimpinan Nyai Rambut Kasih mencoba menghalangi kedatangan Ki Gede Pertapa. Dengan berbagai cara mereka ingin menundukan Ki Gede Pertapa namun Ki Gede Pertapa, namun Ki Gede Pertapa adalah orang yang linwih sehingga para danghyang dapat ditaklukan, dan mereka berjanji akan mengabdi kepada Ki Gede Pertapa.
Ditempat itu, Ki Gede Pertapa berkeinginan membangun sebuah pedukuhan. Oleh karena itu para abdinya diperintahkan untuk menebang pepohonan di daerah Lagondi untuk dijadikan padukuhan yang nantinya dibangun sebuah pondok paguron (Perguruan) tentang Ilmu Agama Islam.
Pada waktu Ki Gede Pertapa hendak memulai membuka hutan Leuweung Gede untuk dijadikan padukuhan, datang serombongan prajurit Pajajaran yang dipimpin oleh Tumenggung Jagabaya dan Tumenggung Raksabaya. Kedatangan mereka sebenarnya atas perintah Raja Pajajaran untuk meninjau keadaan daerah Cirebon. Namun ketika mengetahui bahwa Ki Gede Pertapa adalah seorang yang memiliki kelebihan dalam bermacam-macam ilmu, akhirnya kedua Tumenggung tersebut berkeinginan untuk berguru kepadanya, yang tidak mereka ketahui bahwa gurunya itu adalah putra mahkota Pajajaran Pangeran Cakrabuana yang menghilang dari Keraton Pajajaran. Dengan senang hati Ki Gede Pertapa menerima keinginan mereka, asalkan mereka mau memeluk agama Islam. Merekapun menyatakan bersedia.
Pekerjaan membuka hutan tetap diteruskan. Ki Gede Pertapa kemudian memerintahkan Pangeran Danalampah, Pangeran Tenjosari, Tumenggung Jagabaya dan Tumenggung Raksabaya untuk mendirikan pondok paguron Lagondi, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air diperintahkan membuat sumur di Lebak Tangkele, disebeleh selatan Blok Lagondi (sekarang Blok Masjid). Sedangkan Ki Gede Pertapa beserta yang lainnya melanjutkan membuka hutan untuk dijadikan pahumaan atau tempat bubuara. (Pabuaran –bhs Sunda, artinya tempat mencari nafkah).
Setelah padukuhan terwujud, Ki Gede Pertapa ingin memberi nama padukuhan. Lalu diadakan musyawarah dengan para pengikut dan abdi dalemnya. Pangeran Tenjosari mengajukan usulan agara padukuhan baru itu diberi nama “Leuweung Gajah”, dengan alasan sesuai dengan keadaan alam di daerah hutan (leuweung) itu yang telah dihuni oleh empat puluh satu ekor gajah. Berdasarkan musyawarah mupakat, diputuskan bahwa nama padukuhan itu adalah “Leuweung gajah”.
HABIB TOHA DAN SUMUR KERAMAT
Sekitar abad ke-16, perkembangan agama Islam sangat pesat. Pondok Paguron banyak didatangi orang dengan tujuan ingin menjadi murid dan belajar agama serta belajar ilmu kanuragan. Tidak ketinggalan Ki Jaya meski telah memiliki ilmu tinggi, tetapi ia masih ingin memperdalam ilmu kedigjayaan di paguron Leuweung Gajah. Ki Jaya mempunyai cacat pada mukanya akibat goresan pedang ketika perang tanding dengan musuh.
Suatu hari Ki Jaya yang cacat mukanya itu bertemu dengan seorang gadis cantik putri sesepuh Leuweung Gajah. Ki Jaya sangat tertarik dan berkeinginan mempersunting gadis itu. Untuk mencapai maksudnya, ia berusaha sekuat tenaga dengan jalan mengabdikan diri kepada keluarga gadis itu. Dengan harapan pujaannya itu akan mencintainya.
Meskipun Ki Jaya telah cukup lama mengabdi kepada keluarga gegeden itu, namun gadis pujaannya itu tidak memberikan harapan sedikitpun. Betapa kecewa dan sakit hati karena cintanya tak terbalas. Dengan perasaan kesal dan penuh rasa dendam Ki jaya meninggalkan Leuweung Gajah.
Ki Jaya pergi mengasingkan diri ke suatu tempat untuk menenangkan diri. Namun ditempat pengasingan itu justru rasa sakit hati dan dendam semakin membara. Timbulah niat jahat, bahkan bukan hanya kepada keluarga gadis itu saja akan membalas kekecewaannya, namun ia pun menaruh dendam kepada seluruh isi padukuhan.
Niat jahat Ki Jaya itu dilaksanakan dengan memasukan suatu benda ke dalam sumur Blok Lagondi, dimana hampir seluruh penduduk mengambil air untuk keperluan masak dan minum dari sumur tersebut. Akibat Ulah jahat Ki Jaya tersebut timbullah musibah menimpa penduduk Leuweung Gajah. Setiap irang yang mempergunakan air dari sumur itu langsung terkena berbagai penyakit, seperti sakit perut, muntah darah, dan gatal-gatal. Bahkan anak-anak balita terserang penyakit lumpuh, dan gadis-gadis menjadi jauh dari jodohnya. Peristiwa ini sangat menggegerkan dan beritanya tersebar kemana-mana, bahwa sumur Leuweung Gajah beracun. Akhirnya sumur itu dilarang untuk diambil airnya.
Karena sumur Leuweung Gajah beracun dan airnya tidak dapat dipergunakan atau dimanfaatkan, maka untuk memenuhi kebutuhan air, penduduk terpaksa ngulak cai (mengambil air-bhs sunda) ke daerah Lebak Gede/Cibogo, yang sekarang lebih di kenal dengan nama Desa Cikulak (dalam wilayah Kecamatan Waled). Karena air dari daerah Lebak gede Cibogo ini tidak mencukupi, Pangeran Danalampah membuat sumur lagi di daerah Damarguna. Sumur tersebut terkenal dengan sebutan “Sumur Pangeran”.
Beberapa waktu kemudian, datanglah ke padukuhan Leuweung gajah seorang ulama dari Mesir bernama Habib Toharudin. Beliau datang ke daerah itu untuk mengetahui perkembangan agama Islam di tanah Cirebon yang diterima dengan baik oleh Penduduk Leuweung Gajah, dan dalam waktu singkat terjalin hubungan yang sangat akrab.
Habib Toha adalah seorang yang alim dan waskita. Tanpa ada yang meberitahu kejadian sumur beracun, beliau mengetahui sebab musababnya. Atas prakarsa beliau dan izin Ki Gede Pertapa, sumur beracun itu kemudian dikuras. Setelah airnya surut, di dasar sumur itu ditemukan waluh (labu) berwarna hitam. Labu itu kemudian dibelah oleh Habib Toha, dan terjadilah suatu keajaiban. Dari belahan labu itu keluar seekor menjangan wulung berwarna hitam, seraya menjangan itu menghilang sambil berkata bahwa ia hanyalah suruhan seseorang yaitu Ki jaya.
Untuk membuktikan pengakuan menjangan tadi, dipanggillah Ki Jaya. Di hadapan musyawarah para gegeden, ia mengakui seluruh perbuatan jahatnya. Akhirnya ia memohon ampun dan berjanji tidak akan mengulang kembali perbuatan seperti itu. Ia menyadari bahwa jodoh, pati, rezeki dan celaka adalah rahasia Yang Maha Kuasa. Kemudian ia diampuni dan diterima kembali sebagai warga padukuhan Leuweung Gajah.
Sumur telah dikuras itu kemudian terisi air kembali, dan Habib Toha memasukan hikamh (Karomah) kedalamnya sehingga bersih dari pengaruh racun waluh ireng, dan air sumur itu dapat dimanfaatkan kembali. Segala penyakit yang diderita oleh penduduk di obati dengan mandi di sumur itu sehingga kembali seperti semula.
Sejak saat itu sumur Leuweung Gajah banyak didatangi orang dan diambil airnya untuk dipergunakan berbagai hajat atau tujuan, seperti hajat khitanan atau perkawinan, untuk pertanian, perdagangan dan juga agar dapat jodoh hingga sekarang.
Sumber: http://cirebonasli.blogspot.com/2013/02/asal-usul-desa-leuweung-gajah.html#more
Selasa, 08 November 2011
ASEAN
• Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November.
Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
• Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
• Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
• Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
• Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
• Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
• Kerjasama efektif antara anggota
Anggota ASEAN
Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
• Filipina (negara pendiri)
• Indonesia (negara pendiri)
• Malaysia (negara pendiri)
• Singapura (negara pendiri)
• Thailand (negara pendiri)
• Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
• Vietnam (28 Juli 1995)
• Laos (23 Juli 1997)
• Myanmar (23 Juli 1997)
• Kamboja (16 Desember 1998)
Sejarah
ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).
Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
• Mempercepat pertumubuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
• Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
• Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi
• Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
• Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, satu tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.
Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
• Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
• Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
• Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
• Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
• Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
• Kerjasama efektif antara anggota
Anggota ASEAN
Sekarang, ASEAN beranggotakan semua negara di Asia Tenggara (kecuali Timor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
• Filipina (negara pendiri)
• Indonesia (negara pendiri)
• Malaysia (negara pendiri)
• Singapura (negara pendiri)
• Thailand (negara pendiri)
• Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
• Vietnam (28 Juli 1995)
• Laos (23 Juli 1997)
• Myanmar (23 Juli 1997)
• Kamboja (16 Desember 1998)
Sejarah
ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).
Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
• Mempercepat pertumubuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
• Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
• Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi
• Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
• Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, satu tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.
Sabtu, 15 Oktober 2011
Rabu, 14 September 2011
Ilmuwan “Panen” Planet: Ditemukan Lebih Dari 50 Planet Ekstrasurya Baru
Keberadaan spektograf HARPS (High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher) yang terpasang pada teleskop berdiameter lensa 3,6 meter di observatorium La Silla di Chile mungkin adalah instrumen pemburu planet ekstrasurya paling handal.
Menggunakan instrumen ini, tim astronom HARPS yang dipimpin oleh Michel Mayor dari University of Jenewa, Swiss, berhasil menemukan 50 planet ekstrasurya baru, termasuk 16 planet yang masuk dalam kategori super-Earth, mirip Bumi namun dengan ukuran jauh lebih besar.
Penemuan tersebut diumumkan dalam konferensi Extreme Solar System yang berlangsung di Wyoming, AS, Senin (12/9/2011), di mana lebih dari 350 astronom berkumpul. Penemuan ini juga merupakan prestasi baru bagi para astronom, sebab berhasil mengumumkan penemuan planet ekstrasurya dalam jumlah terbanyak pada waktu yang bersamaan.
“Panen penemuan oleh HARPS telah jauh melampaui ekspektasi, meliputi penemuan populasi super-Earth yang kaya dan planet tipe Neptunus dengan bintang menyerupai Matahari. Lebih dari itu, penemuan ini menunjukkan bahwa laju penemuan planet semakin cepat,” kata Mayor seperti dikutip situs Eurekalert.
HARPS sendiri telah digunakan selama 8 tahun sebagai instrumen pemburu planet. Sejumlah 150 planet telah ditemukan, di mana dua pertiga di antaranya adalah planet dengan massa kurang dari Neptunus. Penemuan-penemuan itu adalah buah dari kerja keras para astronom selama ratusan malam.
HARPS telah membantu para astronom untuk meningkatkan metode estimasi, apakah 376 bintang mirip Matahari yang menjadi objek pengamatan dengan bantuan HARPS memiliki planet bermassa rendah. Para astronom menemukan bahwa 40 persen dari bintang tersebut memiliki planet dengan massa kurang dari Saturnus.
Hardware dan software pendukung HARPS juga telah ditingkatkan sehingga mendukung observasi yang lebih sensitif pada planet batuan yang berpotensi mendukung kehidupan. Astronom telah memilih 10 bintang untuk observasi mula dan berhasil menemukan 5 planet dengan kategori yang telah disebutkan, yang memiliki massa kurang dari 5 kali Bumi.
“Planet-planet ini akan menjadi target terbaik bagi teleskop antariksa masa depan, untuk melihat tanda kehidupan pada atmosfer planet tersebut dengan cara mendeteksi tanda-tanda kimiawi, seperti keberadaan oksigen,” ungkap Fransesco Pepe dari Observatorium Jenewa, Swiss.
Selain beberapa artikel beberapa waktu lalu yang menginformasikan bahwa “Bumi-Bumi baru akan semakin banyak ditemukan” , hingga artikel terakhir bahwa ditemukan lagi beberapa planet ektrasurya lainnya.
Salah satu planet yang ditemukan dalam artikel “Satu Lagi, Ditemukan Planet (HD85512b) Yang Layak Untuk Dihuni”, adalah HD 85512b, memiliki massa 3,6 kali massa Bumi dan terletak pada zona dimana keberadaan air dalam wujud cair dimungkinkan.
“Ini adalah planet dengan massa terendah yang pernah ditemukan dengan teknik kecepatan radial (radial velocity) yang ada pada zona layak huni. Juga merupakan planet kedua yang pernah ditemukan pada zona layak huni,” jelas Lisa Kaltenegger dari Max Planck Institute of Astronomy di Heidelberg, Jerman dan Harvard Smithsonian Center for Astrophysics di Boston, AS.
Mayor mengungkapkan, penemuan HD85512b menunjukkan sensitifitas instrumen HARPS dalam mendeteksi planet, namun belum menunjukkan batasannya. HARPS saat ini mampu mendeteksi planet dengan massa kurang dari 2 kali Bumi dan dengan amplitudo radial velocity kurang dari kecepatan orang berjalan atau kurang dari 4 km/jam.
“Dalam waktu 10 atau 20 tahun ke depan, kita akan memiliki daftar planet berpotensi layak huni di yang mengorbit bintang tetangga Matahari. Daftar planet potensi layak huni ini penting untuk eksperimen lebih lanjut melihat tanda-tanda kehidupan di atmosfer planet tersebut,” kata Mayor yang pada tahun 1995 menemukan planet ekstrasurya pertama yang mengorbit bintang normal.
Kerja para astronom ke depan juga akan terbantu dengan adanya instrumen serupa HARPS yang diinstal di Telescipo Nazionale Galileo di Canary Island untuk untuk mendukung survei bintang-bintang langit utara dan instrumen bernama ESPRESSO yang akan diinstal di Very Large Telescope European Southern Observatory pada tahun 2016.
SUMBER : http://indocropcircles.wordpress.com/2011/09/13
Menggunakan instrumen ini, tim astronom HARPS yang dipimpin oleh Michel Mayor dari University of Jenewa, Swiss, berhasil menemukan 50 planet ekstrasurya baru, termasuk 16 planet yang masuk dalam kategori super-Earth, mirip Bumi namun dengan ukuran jauh lebih besar.
Penemuan tersebut diumumkan dalam konferensi Extreme Solar System yang berlangsung di Wyoming, AS, Senin (12/9/2011), di mana lebih dari 350 astronom berkumpul. Penemuan ini juga merupakan prestasi baru bagi para astronom, sebab berhasil mengumumkan penemuan planet ekstrasurya dalam jumlah terbanyak pada waktu yang bersamaan.
“Panen penemuan oleh HARPS telah jauh melampaui ekspektasi, meliputi penemuan populasi super-Earth yang kaya dan planet tipe Neptunus dengan bintang menyerupai Matahari. Lebih dari itu, penemuan ini menunjukkan bahwa laju penemuan planet semakin cepat,” kata Mayor seperti dikutip situs Eurekalert.
HARPS sendiri telah digunakan selama 8 tahun sebagai instrumen pemburu planet. Sejumlah 150 planet telah ditemukan, di mana dua pertiga di antaranya adalah planet dengan massa kurang dari Neptunus. Penemuan-penemuan itu adalah buah dari kerja keras para astronom selama ratusan malam.
HARPS telah membantu para astronom untuk meningkatkan metode estimasi, apakah 376 bintang mirip Matahari yang menjadi objek pengamatan dengan bantuan HARPS memiliki planet bermassa rendah. Para astronom menemukan bahwa 40 persen dari bintang tersebut memiliki planet dengan massa kurang dari Saturnus.
Hardware dan software pendukung HARPS juga telah ditingkatkan sehingga mendukung observasi yang lebih sensitif pada planet batuan yang berpotensi mendukung kehidupan. Astronom telah memilih 10 bintang untuk observasi mula dan berhasil menemukan 5 planet dengan kategori yang telah disebutkan, yang memiliki massa kurang dari 5 kali Bumi.
“Planet-planet ini akan menjadi target terbaik bagi teleskop antariksa masa depan, untuk melihat tanda kehidupan pada atmosfer planet tersebut dengan cara mendeteksi tanda-tanda kimiawi, seperti keberadaan oksigen,” ungkap Fransesco Pepe dari Observatorium Jenewa, Swiss.
Selain beberapa artikel beberapa waktu lalu yang menginformasikan bahwa “Bumi-Bumi baru akan semakin banyak ditemukan” , hingga artikel terakhir bahwa ditemukan lagi beberapa planet ektrasurya lainnya.
Salah satu planet yang ditemukan dalam artikel “Satu Lagi, Ditemukan Planet (HD85512b) Yang Layak Untuk Dihuni”, adalah HD 85512b, memiliki massa 3,6 kali massa Bumi dan terletak pada zona dimana keberadaan air dalam wujud cair dimungkinkan.
“Ini adalah planet dengan massa terendah yang pernah ditemukan dengan teknik kecepatan radial (radial velocity) yang ada pada zona layak huni. Juga merupakan planet kedua yang pernah ditemukan pada zona layak huni,” jelas Lisa Kaltenegger dari Max Planck Institute of Astronomy di Heidelberg, Jerman dan Harvard Smithsonian Center for Astrophysics di Boston, AS.
Mayor mengungkapkan, penemuan HD85512b menunjukkan sensitifitas instrumen HARPS dalam mendeteksi planet, namun belum menunjukkan batasannya. HARPS saat ini mampu mendeteksi planet dengan massa kurang dari 2 kali Bumi dan dengan amplitudo radial velocity kurang dari kecepatan orang berjalan atau kurang dari 4 km/jam.
“Dalam waktu 10 atau 20 tahun ke depan, kita akan memiliki daftar planet berpotensi layak huni di yang mengorbit bintang tetangga Matahari. Daftar planet potensi layak huni ini penting untuk eksperimen lebih lanjut melihat tanda-tanda kehidupan di atmosfer planet tersebut,” kata Mayor yang pada tahun 1995 menemukan planet ekstrasurya pertama yang mengorbit bintang normal.
Kerja para astronom ke depan juga akan terbantu dengan adanya instrumen serupa HARPS yang diinstal di Telescipo Nazionale Galileo di Canary Island untuk untuk mendukung survei bintang-bintang langit utara dan instrumen bernama ESPRESSO yang akan diinstal di Very Large Telescope European Southern Observatory pada tahun 2016.
SUMBER : http://indocropcircles.wordpress.com/2011/09/13
Minggu, 12 Juni 2011
BUMI DAN TATA SURYA
A. ASAL USUL TATA SURYA
1. Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
James H. Jeans dan Harold Jeffreys menggambarkan bahwa setelah bintang yang mendekat matahari itu berlalu, massa matahari yang lepas membentuk benda menyerupai cerutu yang terbentang ke arah bintang. Karena bintang bergerak makin menjauh, maka massa cerutu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari. Gumpalan-gumpalan gas kemudian membeku dan terbentuklah planet-planet. Teori itu juga menjelaskan, mengapa planet-planet di bagian tengah, seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki ukuran besar, sedangkan pada bagian ujungnya seperti Merkurius dan Venus di dekat matahari dan Pluto di ujung lainnya mempunyai ukuran lebih kecil.
2. Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan pada tahun 1930 yang pada dasarnya juga mirip dengan teori Planetesimal. Menurut teori ini, pada awalnya ada dua bintang kembar, kemudian satu bintang meledak menjadi serpihan kecil-kecil. Akibat pengaruh medan gravitasi bintang yang tidak meledak, serpihan-serpihan itu berputar mengelilinginya. Serpihan-serpihan ini kemudian dikenal sebagai planet-planet, satelit-satelit pengiring planet, dan benda-benda langit kecil lainnya, sedangkan bintang yang tetap utuh adalah matahari.
3. Teori Nebular
Immanuel Kant (1749 – 1827), seorang ahli filsafat Jerman membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Dikatakannya bahwa di jagat raya terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-kelamaan berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut di sekitarnya menjadi planet-planet dan satelitnya.
Seorang ilmuwan fisika Prancis bernama Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir sama, pada waktu yang hampir bersamaan. Menurut Laplace, tata surya berasal dari kabut panas yang berputar sehingga membentuk gumpalan kabut, yang akhirnya bentuknya menjadi bulat seperti bola besar. Akibat putarannya itu, bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar pada bagian ekuatornya. Kemudian, sebagian massa gas pada ekuatornya menjauh dari gumpalan intinya membentuk cincin-cincin yang melingkari intinya. Dalam jangka waktu yang cukup lama cincin-cincin itu berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan kecil-kecil inilah yang membentuk planet-planet dengan satelitnya dan benda langit lainnya, sedangkan inti kabut itu tetap berbentuk gas pijar yang akhirnya disimpulkan sebagai matahari.
4. Teori Big Bang
Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Menurut teori ini, pada mulanya alam semesta ini berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar ke ruang alam semesta.
5. Teori Creatio Continua
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Menurut teori creatio continua atau continuous creation, saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada, atau dengan kata lain alam semesta ini tidak pernah bermula dan tidak akan berakhir.
6. Teori G.P. Kuiper
Pada tahun 1950 G.P. Kuiper mengajukan teori berdasarkan keadaan yang ditemui di luar tata surya dan menyuarakan penyempurnaan atas teori-teori yang pernah ada yang mengandaikan bahwa matahari serta semua planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa. Pada saat ini terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang.
B. BAGIAN-BAGIAN TATA SURYA
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar mengelilinginya. Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.
1. Matahari
Matahari merupakan anggota tata surya yang paling besar, dimana 98% massa tata surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, chromosfer, dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat Celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer. Kulit fotosfer suhunya ± 6000 0C, dan memancarkan hampir semua cahaya.
2. Planet Merkurius
Merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Garis tengahnya 4500 km, lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya 3160 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya 28 hari lebih, demikian juga malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.
3. Planet Venus
Planet ini lebih kecil dari bumi. Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari. Planet ini terkenal dengan bintang kejora yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari. Rotasi Venus ± 247 hari, dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun Venus adalah 225 hari.
4. Planet Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Ukuran besarnya hampir sama dengan Venus dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak antara bumi dengan matahari adalah 149 juga km. Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti hari bumi = 24 jam.
a. Gerak rotasi bumi
Gerak bumi berputar pada porosnya disebut rotasi bumi. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ke timur. Inilah sebabnya mengapa matahari terbit lebih dulu di Irian Barat dari pada di Jawa. Satu kali rotasi bumi menjalani 3600 yang ditempuh selama 24 jam.
• Akibat rotasi bumi
1) Adanya gerak semu harian dari matahari
2) Pergantian siang dan malam
3) Penyimpangan arah angin, arus laut
4) Penggelembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi
5) Timbulnya gaya sentrifugal
6) Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam
7) Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya
b. Gerak revolusi dari bumi
Selama mengedari matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah yang sama terhadap bidang ekliptika. Kemiringan sumbu bumi ini besarnya 23 ½0 terhadap bidang ekliptika tersebut. Akibat dari revolusi bumi ialah :
Akibat dari revolusi bumi adalah :
1) Pergantian empat musim
2) Perubahan lamanya siang dan malam
3) Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan
Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit.
c. Gaya gravitasi terrestrial dari bumi
Bumi kita ini mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan gaya gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi ini memiliki bobot karena pengaruh gaya gravitasi tersebut. Gaya gravitasi terrestrial inilah yang menahan semua materi yang ada di bumi serta atmosfernya hingga tidak hilang melayang ke alam semesta.
d. Waktu
Kita telah mengenal waktu satu hari satu malam yang lamanya 24 jam. Waktu 24 jam ini adalah sehari semalam solar (matahari) berdasarkan gerak semu matahari dalam membuat satu revolusi lengkap.
5. Planet Mars
Planet ini berwarna kemerah-merahan yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen, hingga kalau oksigen masih ada jumlahnya sangat sedikit. Pada permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang masa tahun. Mars mempunyai dua satelit atau bulan yaitu phobus dan daimus.
Jarak planet mars dengan matahari ialah 226,48 juga km. Garis tengahnya adalah 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun. Rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirim oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.
6. Planet Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar. Berdasarkan analisis spektroskopis planet ini mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta mengandung gas hidrogen. Yupiter mempunyai kurang lebih 14 satelit atau bulan. Planet Yupiter bergaris tengah 138.560 km, rotasinya cepat yaitu 10 jam. Oleh karena gaya gravitasinya yang sangat kuat, Yupiter mempunyai 12 satelit (bulan) dan 3 darinya beredar berlawanan arah dengan 9 lainnya.
7. Planet Saturnus
Saturnus mempunyai massa jenis yang sangat lebih kecil dari pada air yaitu 0,75 g/cm3, sehingga akan terapung di air. Ternyata planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103 0C. Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan, yang lain disebut Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan 9 satelit lainnya.
8. Planet Uranus
Uranus memiliki 5 satelit. Berbeda dengan planet yang lain, Uranus arah gerak rotasinya dari timur ke barat. Jarak ke matahari adalah 2860 juta km dan mengelilingi matahari dalam waktu 84 tahun. Rotasinya 10 jam 47 detik. Besar Uranus kurang dari setengah Saturnus, bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat VOYAGER pada bulan Januari 1986 Uranus memiliki 14 buah satelit.
9. Planet Neptunus
Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton. Satelit Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari 44790 km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali seputar.
C. BENDA-BENDA LAIN DALAM TATA SURYA
1. Planetoida atau Asteroida
Pada tahun 1801, Piazzi seorang astronom bangsa Itali menemukan benda langit yang berdiameter ± 900 km beredar mengelilingi matahari. Benda-benda itu mengorbit mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter. Benda-benda langit itu disebut planetoida atau “bukan planet” untuk membedakan dengan planet utama yang telah disebutkan.
2. Komet atau Bintang Berekor
Komet sebenarnya merupakan kumpulan bongkah batu yang diselubungi oleh kabut gas. Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibatnya akan terjadi resonansi atau fluorescensi, dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.
Disebabkan tekanan dari matahari, gas pendar ini akan terdorong menjauhi matahari, dan terbentuklah ekor komet.
3. Meteor atau Bintang Jatuh
Meteor bukan tergolong bintang, karena meteor merupakan anggota tata surya. Meteor berupa batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram.
Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang jatuh. Jadi suatu meteor akan nampak jika memasuki atmosfer bumi. Dan karena suhunya yang tinggi meteor itu sendiri akan hancur sebelum sampai ke permukaan bumi.
1. Teori Tidal atau Teori Pasang Surut
James H. Jeans dan Harold Jeffreys menggambarkan bahwa setelah bintang yang mendekat matahari itu berlalu, massa matahari yang lepas membentuk benda menyerupai cerutu yang terbentang ke arah bintang. Karena bintang bergerak makin menjauh, maka massa cerutu terputus-putus dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari. Gumpalan-gumpalan gas kemudian membeku dan terbentuklah planet-planet. Teori itu juga menjelaskan, mengapa planet-planet di bagian tengah, seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki ukuran besar, sedangkan pada bagian ujungnya seperti Merkurius dan Venus di dekat matahari dan Pluto di ujung lainnya mempunyai ukuran lebih kecil.
2. Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan pada tahun 1930 yang pada dasarnya juga mirip dengan teori Planetesimal. Menurut teori ini, pada awalnya ada dua bintang kembar, kemudian satu bintang meledak menjadi serpihan kecil-kecil. Akibat pengaruh medan gravitasi bintang yang tidak meledak, serpihan-serpihan itu berputar mengelilinginya. Serpihan-serpihan ini kemudian dikenal sebagai planet-planet, satelit-satelit pengiring planet, dan benda-benda langit kecil lainnya, sedangkan bintang yang tetap utuh adalah matahari.
3. Teori Nebular
Immanuel Kant (1749 – 1827), seorang ahli filsafat Jerman membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Dikatakannya bahwa di jagat raya terdapat gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan. Bagian tengah kabut itu lama-kelamaan berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari dan bagian kabut di sekitarnya menjadi planet-planet dan satelitnya.
Seorang ilmuwan fisika Prancis bernama Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir sama, pada waktu yang hampir bersamaan. Menurut Laplace, tata surya berasal dari kabut panas yang berputar sehingga membentuk gumpalan kabut, yang akhirnya bentuknya menjadi bulat seperti bola besar. Akibat putarannya itu, bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar pada bagian ekuatornya. Kemudian, sebagian massa gas pada ekuatornya menjauh dari gumpalan intinya membentuk cincin-cincin yang melingkari intinya. Dalam jangka waktu yang cukup lama cincin-cincin itu berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan kecil-kecil inilah yang membentuk planet-planet dengan satelitnya dan benda langit lainnya, sedangkan inti kabut itu tetap berbentuk gas pijar yang akhirnya disimpulkan sebagai matahari.
4. Teori Big Bang
Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Menurut teori ini, pada mulanya alam semesta ini berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar ke ruang alam semesta.
5. Teori Creatio Continua
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Menurut teori creatio continua atau continuous creation, saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada, atau dengan kata lain alam semesta ini tidak pernah bermula dan tidak akan berakhir.
6. Teori G.P. Kuiper
Pada tahun 1950 G.P. Kuiper mengajukan teori berdasarkan keadaan yang ditemui di luar tata surya dan menyuarakan penyempurnaan atas teori-teori yang pernah ada yang mengandaikan bahwa matahari serta semua planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa. Pada saat ini terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang.
B. BAGIAN-BAGIAN TATA SURYA
Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet-komet, debu dan gas antar planet beredar mengelilinginya. Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.
1. Matahari
Matahari merupakan anggota tata surya yang paling besar, dimana 98% massa tata surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, chromosfer, dan corona. Pada pusat matahari suhunya mencapai jutaan derajat Celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer. Kulit fotosfer suhunya ± 6000 0C, dan memancarkan hampir semua cahaya.
2. Planet Merkurius
Merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan, dan tidak mempunyai hawa. Garis tengahnya 4500 km, lebih besar daripada garis tengah bulan yang hanya 3160 km. Diperkirakan tidak ada kehidupan sama sekali di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya 28 hari lebih, demikian juga malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.
3. Planet Venus
Planet ini lebih kecil dari bumi. Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari. Planet ini terkenal dengan bintang kejora yang bersinar terang pada waktu sore atau pagi hari. Rotasi Venus ± 247 hari, dan berevolusi (mengelilingi matahari) selama 225 hari, artinya 1 tahun Venus adalah 225 hari.
4. Planet Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Ukuran besarnya hampir sama dengan Venus dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak antara bumi dengan matahari adalah 149 juga km. Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti hari bumi = 24 jam.
a. Gerak rotasi bumi
Gerak bumi berputar pada porosnya disebut rotasi bumi. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ke timur. Inilah sebabnya mengapa matahari terbit lebih dulu di Irian Barat dari pada di Jawa. Satu kali rotasi bumi menjalani 3600 yang ditempuh selama 24 jam.
• Akibat rotasi bumi
1) Adanya gerak semu harian dari matahari
2) Pergantian siang dan malam
3) Penyimpangan arah angin, arus laut
4) Penggelembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi
5) Timbulnya gaya sentrifugal
6) Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam
7) Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya
b. Gerak revolusi dari bumi
Selama mengedari matahari ternyata sumbu bumi miring dengan arah yang sama terhadap bidang ekliptika. Kemiringan sumbu bumi ini besarnya 23 ½0 terhadap bidang ekliptika tersebut. Akibat dari revolusi bumi ialah :
Akibat dari revolusi bumi adalah :
1) Pergantian empat musim
2) Perubahan lamanya siang dan malam
3) Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan
Lintasan bumi dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit.
c. Gaya gravitasi terrestrial dari bumi
Bumi kita ini mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan gaya gravitasi terrestrial bumi. Benda di bumi ini memiliki bobot karena pengaruh gaya gravitasi tersebut. Gaya gravitasi terrestrial inilah yang menahan semua materi yang ada di bumi serta atmosfernya hingga tidak hilang melayang ke alam semesta.
d. Waktu
Kita telah mengenal waktu satu hari satu malam yang lamanya 24 jam. Waktu 24 jam ini adalah sehari semalam solar (matahari) berdasarkan gerak semu matahari dalam membuat satu revolusi lengkap.
5. Planet Mars
Planet ini berwarna kemerah-merahan yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen, hingga kalau oksigen masih ada jumlahnya sangat sedikit. Pada permukaan planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang masa tahun. Mars mempunyai dua satelit atau bulan yaitu phobus dan daimus.
Jarak planet mars dengan matahari ialah 226,48 juga km. Garis tengahnya adalah 6272 km dan revolusinya 1,9 tahun. Rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirim oleh satelit Mariner IV di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.
6. Planet Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar. Berdasarkan analisis spektroskopis planet ini mengandung gas metana dan amoniak banyak, serta mengandung gas hidrogen. Yupiter mempunyai kurang lebih 14 satelit atau bulan. Planet Yupiter bergaris tengah 138.560 km, rotasinya cepat yaitu 10 jam. Oleh karena gaya gravitasinya yang sangat kuat, Yupiter mempunyai 12 satelit (bulan) dan 3 darinya beredar berlawanan arah dengan 9 lainnya.
7. Planet Saturnus
Saturnus mempunyai massa jenis yang sangat lebih kecil dari pada air yaitu 0,75 g/cm3, sehingga akan terapung di air. Ternyata planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu rata-rata 103 0C. Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan, yang lain disebut Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan 9 satelit lainnya.
8. Planet Uranus
Uranus memiliki 5 satelit. Berbeda dengan planet yang lain, Uranus arah gerak rotasinya dari timur ke barat. Jarak ke matahari adalah 2860 juta km dan mengelilingi matahari dalam waktu 84 tahun. Rotasinya 10 jam 47 detik. Besar Uranus kurang dari setengah Saturnus, bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat VOYAGER pada bulan Januari 1986 Uranus memiliki 14 buah satelit.
9. Planet Neptunus
Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton. Satelit Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari 44790 km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali seputar.
C. BENDA-BENDA LAIN DALAM TATA SURYA
1. Planetoida atau Asteroida
Pada tahun 1801, Piazzi seorang astronom bangsa Itali menemukan benda langit yang berdiameter ± 900 km beredar mengelilingi matahari. Benda-benda itu mengorbit mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter. Benda-benda langit itu disebut planetoida atau “bukan planet” untuk membedakan dengan planet utama yang telah disebutkan.
2. Komet atau Bintang Berekor
Komet sebenarnya merupakan kumpulan bongkah batu yang diselubungi oleh kabut gas. Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra violet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibatnya akan terjadi resonansi atau fluorescensi, dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.
Disebabkan tekanan dari matahari, gas pendar ini akan terdorong menjauhi matahari, dan terbentuklah ekor komet.
3. Meteor atau Bintang Jatuh
Meteor bukan tergolong bintang, karena meteor merupakan anggota tata surya. Meteor berupa batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram.
Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang jatuh. Jadi suatu meteor akan nampak jika memasuki atmosfer bumi. Dan karena suhunya yang tinggi meteor itu sendiri akan hancur sebelum sampai ke permukaan bumi.
Materi IPA Kelas 5 SD : Sistem Pernafasan pada manusia
SISTEM PERNAFASAN PADA MANUSIA
Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas
o hidung
o faring
o trakea
o bronkus
o bronkiouls
o paru-paru
Rongga Hidung
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan,katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru,misalnya pada waktu kita bicara.
Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada,batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru,cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas,gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak,lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.
Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas,otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma,otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada,maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang,sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru,sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas,tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam,akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada,maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.
Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa,kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer,volumenya lebih kurang 1500 ml.
Setelah kita melakukan ekspirasi biasa,kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer,volumenya lebih kurang 1500 ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan,udara komplementer,dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.
Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas
o hidung
o faring
o trakea
o bronkus
o bronkiouls
o paru-paru
Rongga Hidung
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan,katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru,misalnya pada waktu kita bicara.
Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada,batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru,cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas,gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak,lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.
Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas,otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma,otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada,maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang,sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru,sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas,tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam,akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada,maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.
Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa,kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer,volumenya lebih kurang 1500 ml.
Setelah kita melakukan ekspirasi biasa,kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer,volumenya lebih kurang 1500 ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan,udara komplementer,dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.
Minggu, 15 Mei 2011
Cara Mengenali Profil Palsu di Facebook
Kalo bicara tentang Facebook,Mungkin hampir semua pengguna FB,mempunyai 2 sampe 3 akun FB palsu. Bahkan ada yang lebih. Soalnya,cukup dengan mempunyai e-mail yahoo atau gmail, kita sudah bisa mendaftar facebook dengan mudah. Tapi kemudahan inilah yang menyebabkan saya,putrapedrosa sangat jengkel,ketika meng-add cewek,tapi pemiliknya adalah seorang laki-laki.atau sama-sama mempunyai pedang. kan Lucu, niatnya pengen mendapatkan kenalan cewek di facebook, malah dapet pedang di Facebook,.Apes!!.Trus bagaimana Cara Mengetahui Profil Palsu di Facebook?? setelah saya amati,rupanya putrapedrosa akhirnya tau bagaimana Cara Mengenali Profil Palsu di Facebook. berikut ini tips-n trik nya.
1. Profil palsu biasanya memuat koleksi foto cewek cantik dengan penampilan yang begitu memikat sehingga akhirnya banyak juga yang terpikat.
2. Profil palsu biasanya tidak menampilkan foto asli, tetapi tidak semua profil yang tidak menampilkan foto asli sang pemilik akun itu dapat dikatakan palsu karena ada beberapa alasan. Di antaranya karena alasan islami (mengacu pada syara’) dan alasan lainnya. Untuk itu satu ciri saja tidak cukup anda bisa menulusuri dan memadukan dengan ciri2 lainnya.
3. Info profil yang terlalu singkat dengan kata lain terlalu simple bahkan untuk beberapa kategori info profil tidak dilengkapi.
4.Untuk profil palsu yang bergenre cewek biasanya di friendlistnya dominan akun Facebook bergenre cowok yang rata-rata berstatus lajang.
5. Untuk profil palsu yang bergenre cewek biasanya di friendlistnya dominan akun Facebook bergenre cowok yang rata-rata berstatus lajang.
6. Profil palsu cewek biasanya pada wall (dinding) numpuk komentar dari teman-teman di friendlistnya. Saking banyaknya, si pemilik akun jadi malas untuk membalas komentar-komentar yang ada.
7. Profil palsu biasanya terlalu aggresif untuk mengenal seseorang atau terkadang ‘sok kenal sok dekat’.
8.Tidak ada sahabat ataupun teman terdekatnya yang sesekali meluangkan waktu untuk mengisi komentar.
9. Tidak memiliki galeri foto hasil tag dari teman atau sahabat-sahabat terdekatnya.
Nah itu tadi 9 Tips Cara Mengenali Profil Palsu di Facebook. Mudahan,dengan artikel ini,saya bisa membagikan pengetahuan kepada teman-teman semuanya agar tidak tertipu lagi dan bisa mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu.
1. Profil palsu biasanya memuat koleksi foto cewek cantik dengan penampilan yang begitu memikat sehingga akhirnya banyak juga yang terpikat.
2. Profil palsu biasanya tidak menampilkan foto asli, tetapi tidak semua profil yang tidak menampilkan foto asli sang pemilik akun itu dapat dikatakan palsu karena ada beberapa alasan. Di antaranya karena alasan islami (mengacu pada syara’) dan alasan lainnya. Untuk itu satu ciri saja tidak cukup anda bisa menulusuri dan memadukan dengan ciri2 lainnya.
3. Info profil yang terlalu singkat dengan kata lain terlalu simple bahkan untuk beberapa kategori info profil tidak dilengkapi.
4.Untuk profil palsu yang bergenre cewek biasanya di friendlistnya dominan akun Facebook bergenre cowok yang rata-rata berstatus lajang.
5. Untuk profil palsu yang bergenre cewek biasanya di friendlistnya dominan akun Facebook bergenre cowok yang rata-rata berstatus lajang.
6. Profil palsu cewek biasanya pada wall (dinding) numpuk komentar dari teman-teman di friendlistnya. Saking banyaknya, si pemilik akun jadi malas untuk membalas komentar-komentar yang ada.
7. Profil palsu biasanya terlalu aggresif untuk mengenal seseorang atau terkadang ‘sok kenal sok dekat’.
8.Tidak ada sahabat ataupun teman terdekatnya yang sesekali meluangkan waktu untuk mengisi komentar.
9. Tidak memiliki galeri foto hasil tag dari teman atau sahabat-sahabat terdekatnya.
Nah itu tadi 9 Tips Cara Mengenali Profil Palsu di Facebook. Mudahan,dengan artikel ini,saya bisa membagikan pengetahuan kepada teman-teman semuanya agar tidak tertipu lagi dan bisa mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu.
Rabu, 13 April 2011
SENYUM DAN SEMANGAT
Sempat merasa sedih
G Bm Em D
Karena sering di-bully
G Bm Em D
Pernah jadinya malu
G Bm Em D
Karena dicibir mulu
C D Em C
Bukannya ku tak mengelak
Em D Bm C
Kata-kata yang kasar
C D Em C
Bukannya ku tak peduli
Em D Bm C
Semua caci dan maki
chorus:
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Dancing all night long
G Bm Em D
Tak ada lagi keki
G Bm Em D
Ada kamu di hati
G Bm Em D
Hidup cuma sekali
G Bm Em D
Marilah kita happy
C D Em C
Awalnya ku tak menyangka
Em D Bm C
Kata tersenyum darimu
C D Em C
Akhirnya ku bahagia
Em D Bm C
Menari kita bersama
chorus:
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Dancing all night long
C D Em C Em D Bm C 2x
[rap] G Bm Em D
Tak peduli ku di-bully
Omongan lu gue beli
Cacian lu gue cuci
Dengan senyuman prestasi
Tak pernah ku malu
Karena cibiranmu
Ku jadikan motivasi untuk maju
No more mellow say no to galau
No more to say no to hear
Let’s dance together all night long
Let’s dance together all night long
Let’s dance together all night long
Let’s dance together all night long
chorus:
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Dancing all night long
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Cause you blast me up
G Bm Em D
Karena sering di-bully
G Bm Em D
Pernah jadinya malu
G Bm Em D
Karena dicibir mulu
C D Em C
Bukannya ku tak mengelak
Em D Bm C
Kata-kata yang kasar
C D Em C
Bukannya ku tak peduli
Em D Bm C
Semua caci dan maki
chorus:
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Dancing all night long
G Bm Em D
Tak ada lagi keki
G Bm Em D
Ada kamu di hati
G Bm Em D
Hidup cuma sekali
G Bm Em D
Marilah kita happy
C D Em C
Awalnya ku tak menyangka
Em D Bm C
Kata tersenyum darimu
C D Em C
Akhirnya ku bahagia
Em D Bm C
Menari kita bersama
chorus:
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Dancing all night long
C D Em C Em D Bm C 2x
[rap] G Bm Em D
Tak peduli ku di-bully
Omongan lu gue beli
Cacian lu gue cuci
Dengan senyuman prestasi
Tak pernah ku malu
Karena cibiranmu
Ku jadikan motivasi untuk maju
No more mellow say no to galau
No more to say no to hear
Let’s dance together all night long
Let’s dance together all night long
Let’s dance together all night long
Let’s dance together all night long
chorus:
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Dancing all night long
G Bm Em D
Senyuman ku takkan Pernah luntur lagi
G Bm Em D
Singing all day long
G Bm Em D
Semangat ku takkan Pernah patah lagi
G Bm Em D
Cause you blast me up
Senin, 21 Juni 2010
WAVIN FLAG
Lirik lagu Knaan
Wavin Flag
(OST FIFA World Cup 2010)
When i get older, they’ll call me freedom
Just like a Waving Flag.
[Chorus]
When I get older, I will be stronger,
They’ll call me freedom, just like a Waving Flag,
And then it goes back, and then it goes back,
And then it goes back
Born to a throne, stronger than Rome
but Violent prone, poor people zone,
But it’s my home, all I have known,
Where I got grown, streets we would roam.
But out of the darkness, I came the farthest,
Among the hardest survival.
Learn from these streets, it can be bleak,
Except no defeat, surrender retreat,
So we struggling, fighting to eat and
We wondering when we’ll be free,
So we patiently wait, for that fateful day,
It’s not far away, so for now we say
[Chorus]
So many wars, settling scores,
Bringing us promises, leaving us poor,
I heard them say, love is the way,
Love is the answer, that’s what they say,
But look how they treat us, Make us believers,
We fight their battles, then they deceive us,
Try to control us, they couldn’t hold us,
Cause we just move forward like Buffalo Soldiers.
But we struggling, fighting to eat,
And we wondering, when we’ll be free
So we patiently wait, for that faithful day,
It’s not far away, but for now we say,
[Chorus] 2x
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And everybody will be singing it
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And you and I will be singing it
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And we all will be singing it
(Ohhh Ohh Ohh Ohh)
[Chorus] 2x
When I get older, when I get older
I will be stronger, just like a Waving Flag,
Just like a Waving Flag, just like a Waving flag
Flag, flag, Just like a Waving Flag
Wavin Flag
(OST FIFA World Cup 2010)
When i get older, they’ll call me freedom
Just like a Waving Flag.
[Chorus]
When I get older, I will be stronger,
They’ll call me freedom, just like a Waving Flag,
And then it goes back, and then it goes back,
And then it goes back
Born to a throne, stronger than Rome
but Violent prone, poor people zone,
But it’s my home, all I have known,
Where I got grown, streets we would roam.
But out of the darkness, I came the farthest,
Among the hardest survival.
Learn from these streets, it can be bleak,
Except no defeat, surrender retreat,
So we struggling, fighting to eat and
We wondering when we’ll be free,
So we patiently wait, for that fateful day,
It’s not far away, so for now we say
[Chorus]
So many wars, settling scores,
Bringing us promises, leaving us poor,
I heard them say, love is the way,
Love is the answer, that’s what they say,
But look how they treat us, Make us believers,
We fight their battles, then they deceive us,
Try to control us, they couldn’t hold us,
Cause we just move forward like Buffalo Soldiers.
But we struggling, fighting to eat,
And we wondering, when we’ll be free
So we patiently wait, for that faithful day,
It’s not far away, but for now we say,
[Chorus] 2x
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And everybody will be singing it
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And you and I will be singing it
(Ohhhh Ohhhh Ohhhhh Ohhhh)
And we all will be singing it
(Ohhh Ohh Ohh Ohh)
[Chorus] 2x
When I get older, when I get older
I will be stronger, just like a Waving Flag,
Just like a Waving Flag, just like a Waving flag
Flag, flag, Just like a Waving Flag
BABY
Justin Bieber ft Ludacris – Baby Lyrics
[Justin Bieber]
Oh woooah, oh woooooah, oh wooooah.
You know you love me, I know you care,
you shout whenever and I’ll be there.
You are my love, you are my heart
and we will never ever ever be apart.
Are we an item? girl quit playing,
we’re just friends, what are you saying.
Said there’s another, look right in my eyes,
my first love broke my heart for the first time.
And I was like…
[Chorus]
Baby, baby, baby oooooh,
like baby, baby, baby noooooooo,
like baby, baby, baby, ooooh.
Thought you’d always be mine, mine (repeat)
[Justin Beiber]
Oh, for you I would have done whatever,
and I just can’t believe we aint together
and I wanna play it cool the thought of losing you
I buy you anything, I buy you any ring,
and now please say baby fix me and you shake me til’ you wake me from this bad dream.
I’m going down down down down
and I just can’t believe my first love won’t be around.
And I’m like…
[Chorus]
[Ludacris]
Luda, When I was 13 I had my first love,
there was nobody that compared to my baby
and nobody came between us, no-one could ever come above
She had me going crazy, oh I was star-struck,
she woke me up daily, don’t need no Starbucks.
She made my heart pound, I skip a beat when I see her in the street and
at school on the playground but I really wanna see her on the weekend.
She knows she got me dazing coz she was so amazing
and now my heart is breaking but I just keep on saying….
[Chorus]
Now I’m gone,
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
now I’m all gone.
Gone, gone, gone, gone, I’m gone.
[End]
[Justin Bieber]
Oh woooah, oh woooooah, oh wooooah.
You know you love me, I know you care,
you shout whenever and I’ll be there.
You are my love, you are my heart
and we will never ever ever be apart.
Are we an item? girl quit playing,
we’re just friends, what are you saying.
Said there’s another, look right in my eyes,
my first love broke my heart for the first time.
And I was like…
[Chorus]
Baby, baby, baby oooooh,
like baby, baby, baby noooooooo,
like baby, baby, baby, ooooh.
Thought you’d always be mine, mine (repeat)
[Justin Beiber]
Oh, for you I would have done whatever,
and I just can’t believe we aint together
and I wanna play it cool the thought of losing you
I buy you anything, I buy you any ring,
and now please say baby fix me and you shake me til’ you wake me from this bad dream.
I’m going down down down down
and I just can’t believe my first love won’t be around.
And I’m like…
[Chorus]
[Ludacris]
Luda, When I was 13 I had my first love,
there was nobody that compared to my baby
and nobody came between us, no-one could ever come above
She had me going crazy, oh I was star-struck,
she woke me up daily, don’t need no Starbucks.
She made my heart pound, I skip a beat when I see her in the street and
at school on the playground but I really wanna see her on the weekend.
She knows she got me dazing coz she was so amazing
and now my heart is breaking but I just keep on saying….
[Chorus]
Now I’m gone,
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah,
now I’m all gone.
Gone, gone, gone, gone, I’m gone.
[End]
Jumat, 21 Mei 2010
NINI NINI MALARAT JEUNG LAUK GABUS (DELEG) KASAATAN
Jaman baheula aya nini-nini malarat teu kinten-kinten, papakéanana geus butut sarta laip, disampingna ogé, ngan ukur bisa nutupan orat. Kitu deui dahar leueutna salawasna ngan sapoé sakali baé, malah-malah sakapeung mah datang ka potpisan sapoé dua poé henteu manggih-manggih sangu, ngan ukur nginum cai wungkul. Ari buburuh dederep henteu kaduga jeung geus henteu laku, wantu-wantu enggeus kolot kurang tanagana. Jadi kahirupanana taya deui ngan tina ngaroroték baé dina tegal-tegal atawa kebon awi, ari beubeunanganana dipaké nukeuran béas atawa cangkaruk ka tatanggana.
Pandéning imahna ngan sempil baé, ditangkodkeun kana pongpok imah baturna, kitu ogé hateupna bilikna geus balocor, wantu-wantu henteu aya pisan, anu daék nulung mangngoméankeun, ku tina henteu boga sanak baraya, sumawona anak incu, éstuning nunggul pinang.
Ari éta nini-nini téh sakitu nya kokolotanana henteu pisan nyaho ka gusti Alah, ulahbon ngalampahkeun téa kana paréntahna, jenenganana ogé henteu apal, pangrasana ieu bumi jeung langit téh jadi sorangan baé, euweuh anu midamel.
Dina hiji mangsa éta nini-nini geus dua poé henteu manggih-manggih dadaharan, sosoroh nukeuran sangu ka tatanggana taya nu méré.
Ti dinya manéhna tuluy ngajentul di imahna bari humandeuar pokna, “Aduh, cilaka teuing diri aing ieu, nya ayeuna paéh langlayeuseun téh”.
Sanggeus ngomong kitu téh, tulcel, boga niat rék ngaroroték deui ka tegal, bari sugan manggih dangdaunan atawa bongborosan nu ngeunah dihakan, keur tamba ulah langlayeuseun teuing. Geus kitu bral leumpang ngajugjug ka tegal kaso urut nyundutan, anu deukeut kana talaga, sarta di sabeulahna deui nyandingkeun walungan gedé. Barang datang ka dinya, éta nini-nini téh manggih lauk deleg pirang-pirang, rék pindah tina walungan kana talaga. Sanggeus nepi kana tengah-tengah éta tegal kabeurangan, panon poé geus kacida teuing panasna, jadi deleg kabéh awakna taluhur kukumurna, ku tina seuseut datang ka henteu bisa maju leumpangna. Kusabab éta deleg kabéh pada nyandang susah tanwandé manggih bilahi paéh kasaatan.
Di dinya éta nini-nini téh bungah kacida, pikirna geus tangtu manggih untung meunang lauk pirang-pirang boga keur nukeuran sangu. Tapi manéhna héran neuleu aya hiji deleg, anu panggedéna ti sakabéh baturna, jeung deui leumpangna ogé pangheulana, kawas-kawas nu jadi ratuna sarta bisaeun ngomong, pokna, “Samiun Alah kuring neda hujan! Samiun Alah kuring neda hujan!” Kitu baé omongna bari tatanggahan ka luhur. Ari ku nini-nini téh didéngékeun baé saomong-omongna éta deleg téh, hayang nyaho kumaha kajadianana. Barang geus kira-kira satengah jam lilana datang hujan gedé naker wani cileungcangan, ti dinya éta deleg barisaeun deui leumpang tuluy kebat lumakuna, ari nini-nini téh datang ka ngadégdég awakna tina bawaning tiris kahujanan sarta léngoh balikna teu barang bawa.
Kacaritakeun éta nininini téh sanggeus datang ka imahna tuluy mikir bari ngomong di jero haténa, “Ih boa lamun aing ogé neda widi ka nu ngaran Alah téh, meureun di paparin, ari piomongeunana mah nya cara deleg téa baé, ngan bédana aing mah rék neda uwang.
Ti dinya éta nininini ség baé tapakur di imahna, bari ngomong tatanggahan ka luhur nurutan sakumaha kalakuan deleg téa. “Samiun Alah kuring neda uwang! Samiun Alah kuring neda uwang!” Kitu baé omongna teu eureun jeung pikirna anték kacida panedana ka gusti Alah, datang ka geus teu aya pikiran deui ka nu séjén.
Ari jalma anu imahna di tangkodan ku imah nininini téh, banget ngéwaeunana, ku sabab gandéng jeung bosen, saunggal poé unggal peuting ngadéngékeun omongna éta nininini, ngan kitu baé, taya pisan répéhna. Tuluy baé nyentak ka nininini téh pokna, “Nini! Répéh aing gandéng, ngan kitu baé euweuh deui kasab, moal enya Alah téh sumping ka dieu, seba duit ka manéh; jeung kitu baé mah anggur ngala suluh, ngala daun ka leuweung meureun aya hasilna; jeung deui; lamun manéh henteu beunang di carék, geura undur baé imah manéh ulah ditangkodkeun ka imah aing.
Panyentakna éta nu boga imah ku nininini henteu digugu, tonggoy baé ngomong nyuhunkeun duit ka Alah anggur beuki tambah maksudna.
Bareng geus nepi ka lima poéna, anu boga imah téh, beuki kacida garétékeunana, henteu beunang dicarék, sarta dititah undur henteu los. Ti dinya éta jalma tuluy nyokot karung goni beunang ngeusian ku beling, datang ka pinuh sarta dipékprékan, supaya jejel ambih beurat, niatna rék dipaké ngabobodo ka nini-nini téa, sina di nyanaan duit paparin Allah ragrag ti luhur, jeung sugan nyeurieun ditinggang tonggongna, ku éta karung ambih kapok moal ngomong kitu-kitu deui.
Kira-kira geus wanci sareupna ku éta jalma karung téh dibawa naék ka para, tuluy diponcorkeun tina sipandak ditindihkeun ka handap mener kana tonggongna nininini téh kalengger tina bawaning nyeri. Ana geus inget, nénjo aya karung ngadungkuk kacida atoheunnana, panyanana nya éta karung duit, paparin ti Allah.
Anu boga imah téh suka seuri nénjo kalakuan nini dug-dug deg-deg, semu banget atohna. Geus kataksir piengkéeunana bakal meunang éra kabobodo, karana nu dikarungan téh tétéla pisan yén beling.
Geus kitu karung téh disembah ku nini-nini téh bari ngomong kieu, “Nuhun Allah! Nuhun! Naha loba-loba teuing maparin duit téh, mana ari keur ajengan, aya kénéh nun?” Ti dinya tuluy geuwat dibuka. Geus kitu kersana nu agung, dumadakan éta beling kabéh jadi duit, aya uwang emas aya uwang pérak, jeung deui kumaha gedéna baé aya nu jadi ringgit, aya nu jadi ukon.
Ari isukna tatangga kabéh daratang ngadegdeg, yén éta nini-nini meunang bagja boga duit pirang-pirang, asal tina dibobodo, malah kapala distrik sumping ka dinya ngalayad, sarta tuluy dilaporkeun ka nagara jeung ditétélakeun asal purwana. Ari timbalan ti nagara, éta nini-nini henteu kaidinan cicing di kampung, bisi aya nu nganiaya dipaling duitna, jeung diurus dipangmeulikeun lembur imah, katut eusina. Ti wates harita éta nini-nini téh jadi sugih teu kinten-kinten.
Kitu deui dipikanyaah ku menak-menak tina saregep kumawulana jeung tambah alus budina, kalulutan ku jalma réa sobatna, tina suka tulung ka jalma-jalma nu miskin, sumawonna ka nu keur kasusahan, margi ngaraskeun kadirina basa keur malarat kénéh.
Kacaritakeun éta jalma, anu méré karung beling téa, kabitaeun naker neuleu éta nini-nini téa jadi beunghar, lantaran dibobodo karung beling ku manéhna. Geus kitu boga niat hayang nurutan.
Ti dinya tuluy nganjang, sejana rék badami, supaya dibales ku éta nini-nini téa sina nindih ku karung beling ka manéhna, pokna, “Nini saterangna éta duit téh asalna beling beunang kula ngarungan, dipaké ngabobodo ka sampéan, kusabab satadina kaula giruk ngadéngékeun ajeun ngan ngomong baé nyuhunkeun duit ka Allah, tatapi ahir-ahir éta beling dumadakan wet jadi duit kabéh. Ku prakara éta ayeuna kaula rék neda dibales ku sampéan, hayang ditinggang ku karung beling, karana tanwandé jadi duit ogé cara nu geus kalampahan, tatapi kaula mah hayang ditinggang ku dua karung, nu galedé, ambeuh kaula leuwih beunghar manan nini. Wangsul nini téh, “Hadé heug baé geura tapakur, cara kaula baréto”. Ti dinya éta jalma téh tuluy balik, sadatang ka imahna heug baé tapakur nurutan sakumaha polahna nini-nini téa sarta ngomong, pokna, “Samiun Allah kuring neda uwang! Samiun Allah kuring neda uwang!” Kitu baé omongna jeung pikirna ujub kacida nangtukeun yén bakal meunang duit ti Allah dua karung goni parinuh. Bareng geus nepi ka lima poéna, nini-nini téh tuluy ka imahna éta jalma nu keur tapakur téa, bari mawa dua karung beling beunang méprékan, sarta tuluy dibawa naék ka para, ti dinya heug éta dua karunganana ditindihkeun kana tonggongna.
Barang blug ninggang, sek baé kapaéhan malah-malah tulang tonggongna datang kapotong.
Arina inget ngageuwat ménta parukuyan ka pamajikanana, heug karung téh dikukusan, ari mentas dikukusan tuluy disembah, bari ngomong nurutan cara omong nini-nini téa, pokna, “Nuhun Allah! Nuhun! Naha maparin duit réa-réa teuing, mana ari keur ajengan? Aya deui?”
Barang geus tamat ngomong karungna dibuka, béh beling kénéh baé henteu daékeun jadi duit, ti dinya kacida hanjakaleunana datang ka ngalembah rék ceurik tina bawaning aral, ség baé bijil omongna suaban ngahina ka gusti Allah pokna, “Ih naha Allah téh wét pilih kasih, dipangnyieunkeun duit sawaréh? Ari kaula henteu? Jeung deui: kumaha naha atawa Allah téh geus diganti deui tayohna, da nu baréto mah bisa nyieun duit ku beling, ari Allah nu jeneng ayeuna tayoh-tayoh henteu bisaeun?
Ti wates harita éta jalma gering heubeul pisan nyeri cangkéng, tatamba kapirang-pirang dukun. Tina aya kénéh berkah Allah bisa cageur ogé, tatapi tanpadaksa, jadi bongkok tonggongna, datang ka henteu kuat nyiar kahirupan rosa-rosa, lawas-lawas manéhna jadi malarat cara nininini téa, kawas-kawas jadi tépa malaratna éta nini ka éta jalma téa.
Nyutat ti Majalah Walanda, TIJDSCHRIFT voor INDISCHE TAAL, LAND EN VOLKENKUNDE, wedalan taun 1872. Dongeng Sunda Buhun ieu dikukumpul ku J.A. UILKENS, mangrupa carita ra’yat urang Ciamis.
Pandéning imahna ngan sempil baé, ditangkodkeun kana pongpok imah baturna, kitu ogé hateupna bilikna geus balocor, wantu-wantu henteu aya pisan, anu daék nulung mangngoméankeun, ku tina henteu boga sanak baraya, sumawona anak incu, éstuning nunggul pinang.
Ari éta nini-nini téh sakitu nya kokolotanana henteu pisan nyaho ka gusti Alah, ulahbon ngalampahkeun téa kana paréntahna, jenenganana ogé henteu apal, pangrasana ieu bumi jeung langit téh jadi sorangan baé, euweuh anu midamel.
Dina hiji mangsa éta nini-nini geus dua poé henteu manggih-manggih dadaharan, sosoroh nukeuran sangu ka tatanggana taya nu méré.
Ti dinya manéhna tuluy ngajentul di imahna bari humandeuar pokna, “Aduh, cilaka teuing diri aing ieu, nya ayeuna paéh langlayeuseun téh”.
Sanggeus ngomong kitu téh, tulcel, boga niat rék ngaroroték deui ka tegal, bari sugan manggih dangdaunan atawa bongborosan nu ngeunah dihakan, keur tamba ulah langlayeuseun teuing. Geus kitu bral leumpang ngajugjug ka tegal kaso urut nyundutan, anu deukeut kana talaga, sarta di sabeulahna deui nyandingkeun walungan gedé. Barang datang ka dinya, éta nini-nini téh manggih lauk deleg pirang-pirang, rék pindah tina walungan kana talaga. Sanggeus nepi kana tengah-tengah éta tegal kabeurangan, panon poé geus kacida teuing panasna, jadi deleg kabéh awakna taluhur kukumurna, ku tina seuseut datang ka henteu bisa maju leumpangna. Kusabab éta deleg kabéh pada nyandang susah tanwandé manggih bilahi paéh kasaatan.
Di dinya éta nini-nini téh bungah kacida, pikirna geus tangtu manggih untung meunang lauk pirang-pirang boga keur nukeuran sangu. Tapi manéhna héran neuleu aya hiji deleg, anu panggedéna ti sakabéh baturna, jeung deui leumpangna ogé pangheulana, kawas-kawas nu jadi ratuna sarta bisaeun ngomong, pokna, “Samiun Alah kuring neda hujan! Samiun Alah kuring neda hujan!” Kitu baé omongna bari tatanggahan ka luhur. Ari ku nini-nini téh didéngékeun baé saomong-omongna éta deleg téh, hayang nyaho kumaha kajadianana. Barang geus kira-kira satengah jam lilana datang hujan gedé naker wani cileungcangan, ti dinya éta deleg barisaeun deui leumpang tuluy kebat lumakuna, ari nini-nini téh datang ka ngadégdég awakna tina bawaning tiris kahujanan sarta léngoh balikna teu barang bawa.
Kacaritakeun éta nininini téh sanggeus datang ka imahna tuluy mikir bari ngomong di jero haténa, “Ih boa lamun aing ogé neda widi ka nu ngaran Alah téh, meureun di paparin, ari piomongeunana mah nya cara deleg téa baé, ngan bédana aing mah rék neda uwang.
Ti dinya éta nininini ség baé tapakur di imahna, bari ngomong tatanggahan ka luhur nurutan sakumaha kalakuan deleg téa. “Samiun Alah kuring neda uwang! Samiun Alah kuring neda uwang!” Kitu baé omongna teu eureun jeung pikirna anték kacida panedana ka gusti Alah, datang ka geus teu aya pikiran deui ka nu séjén.
Ari jalma anu imahna di tangkodan ku imah nininini téh, banget ngéwaeunana, ku sabab gandéng jeung bosen, saunggal poé unggal peuting ngadéngékeun omongna éta nininini, ngan kitu baé, taya pisan répéhna. Tuluy baé nyentak ka nininini téh pokna, “Nini! Répéh aing gandéng, ngan kitu baé euweuh deui kasab, moal enya Alah téh sumping ka dieu, seba duit ka manéh; jeung kitu baé mah anggur ngala suluh, ngala daun ka leuweung meureun aya hasilna; jeung deui; lamun manéh henteu beunang di carék, geura undur baé imah manéh ulah ditangkodkeun ka imah aing.
Panyentakna éta nu boga imah ku nininini henteu digugu, tonggoy baé ngomong nyuhunkeun duit ka Alah anggur beuki tambah maksudna.
Bareng geus nepi ka lima poéna, anu boga imah téh, beuki kacida garétékeunana, henteu beunang dicarék, sarta dititah undur henteu los. Ti dinya éta jalma tuluy nyokot karung goni beunang ngeusian ku beling, datang ka pinuh sarta dipékprékan, supaya jejel ambih beurat, niatna rék dipaké ngabobodo ka nini-nini téa, sina di nyanaan duit paparin Allah ragrag ti luhur, jeung sugan nyeurieun ditinggang tonggongna, ku éta karung ambih kapok moal ngomong kitu-kitu deui.
Kira-kira geus wanci sareupna ku éta jalma karung téh dibawa naék ka para, tuluy diponcorkeun tina sipandak ditindihkeun ka handap mener kana tonggongna nininini téh kalengger tina bawaning nyeri. Ana geus inget, nénjo aya karung ngadungkuk kacida atoheunnana, panyanana nya éta karung duit, paparin ti Allah.
Anu boga imah téh suka seuri nénjo kalakuan nini dug-dug deg-deg, semu banget atohna. Geus kataksir piengkéeunana bakal meunang éra kabobodo, karana nu dikarungan téh tétéla pisan yén beling.
Geus kitu karung téh disembah ku nini-nini téh bari ngomong kieu, “Nuhun Allah! Nuhun! Naha loba-loba teuing maparin duit téh, mana ari keur ajengan, aya kénéh nun?” Ti dinya tuluy geuwat dibuka. Geus kitu kersana nu agung, dumadakan éta beling kabéh jadi duit, aya uwang emas aya uwang pérak, jeung deui kumaha gedéna baé aya nu jadi ringgit, aya nu jadi ukon.
Ari isukna tatangga kabéh daratang ngadegdeg, yén éta nini-nini meunang bagja boga duit pirang-pirang, asal tina dibobodo, malah kapala distrik sumping ka dinya ngalayad, sarta tuluy dilaporkeun ka nagara jeung ditétélakeun asal purwana. Ari timbalan ti nagara, éta nini-nini henteu kaidinan cicing di kampung, bisi aya nu nganiaya dipaling duitna, jeung diurus dipangmeulikeun lembur imah, katut eusina. Ti wates harita éta nini-nini téh jadi sugih teu kinten-kinten.
Kitu deui dipikanyaah ku menak-menak tina saregep kumawulana jeung tambah alus budina, kalulutan ku jalma réa sobatna, tina suka tulung ka jalma-jalma nu miskin, sumawonna ka nu keur kasusahan, margi ngaraskeun kadirina basa keur malarat kénéh.
Kacaritakeun éta jalma, anu méré karung beling téa, kabitaeun naker neuleu éta nini-nini téa jadi beunghar, lantaran dibobodo karung beling ku manéhna. Geus kitu boga niat hayang nurutan.
Ti dinya tuluy nganjang, sejana rék badami, supaya dibales ku éta nini-nini téa sina nindih ku karung beling ka manéhna, pokna, “Nini saterangna éta duit téh asalna beling beunang kula ngarungan, dipaké ngabobodo ka sampéan, kusabab satadina kaula giruk ngadéngékeun ajeun ngan ngomong baé nyuhunkeun duit ka Allah, tatapi ahir-ahir éta beling dumadakan wet jadi duit kabéh. Ku prakara éta ayeuna kaula rék neda dibales ku sampéan, hayang ditinggang ku karung beling, karana tanwandé jadi duit ogé cara nu geus kalampahan, tatapi kaula mah hayang ditinggang ku dua karung, nu galedé, ambeuh kaula leuwih beunghar manan nini. Wangsul nini téh, “Hadé heug baé geura tapakur, cara kaula baréto”. Ti dinya éta jalma téh tuluy balik, sadatang ka imahna heug baé tapakur nurutan sakumaha polahna nini-nini téa sarta ngomong, pokna, “Samiun Allah kuring neda uwang! Samiun Allah kuring neda uwang!” Kitu baé omongna jeung pikirna ujub kacida nangtukeun yén bakal meunang duit ti Allah dua karung goni parinuh. Bareng geus nepi ka lima poéna, nini-nini téh tuluy ka imahna éta jalma nu keur tapakur téa, bari mawa dua karung beling beunang méprékan, sarta tuluy dibawa naék ka para, ti dinya heug éta dua karunganana ditindihkeun kana tonggongna.
Barang blug ninggang, sek baé kapaéhan malah-malah tulang tonggongna datang kapotong.
Arina inget ngageuwat ménta parukuyan ka pamajikanana, heug karung téh dikukusan, ari mentas dikukusan tuluy disembah, bari ngomong nurutan cara omong nini-nini téa, pokna, “Nuhun Allah! Nuhun! Naha maparin duit réa-réa teuing, mana ari keur ajengan? Aya deui?”
Barang geus tamat ngomong karungna dibuka, béh beling kénéh baé henteu daékeun jadi duit, ti dinya kacida hanjakaleunana datang ka ngalembah rék ceurik tina bawaning aral, ség baé bijil omongna suaban ngahina ka gusti Allah pokna, “Ih naha Allah téh wét pilih kasih, dipangnyieunkeun duit sawaréh? Ari kaula henteu? Jeung deui: kumaha naha atawa Allah téh geus diganti deui tayohna, da nu baréto mah bisa nyieun duit ku beling, ari Allah nu jeneng ayeuna tayoh-tayoh henteu bisaeun?
Ti wates harita éta jalma gering heubeul pisan nyeri cangkéng, tatamba kapirang-pirang dukun. Tina aya kénéh berkah Allah bisa cageur ogé, tatapi tanpadaksa, jadi bongkok tonggongna, datang ka henteu kuat nyiar kahirupan rosa-rosa, lawas-lawas manéhna jadi malarat cara nininini téa, kawas-kawas jadi tépa malaratna éta nini ka éta jalma téa.
Nyutat ti Majalah Walanda, TIJDSCHRIFT voor INDISCHE TAAL, LAND EN VOLKENKUNDE, wedalan taun 1872. Dongeng Sunda Buhun ieu dikukumpul ku J.A. UILKENS, mangrupa carita ra’yat urang Ciamis.
Kamis, 01 April 2010
IPA KELAS 4 SD
PENGERTIAN BUNYI
Bunyi adalah bahan terpenting dalam musik. Bunyi berasal dari Sumber bunyi, yang digetarkan oleh tenaga atau energi. Kemudian getaran tersebut oleh pengantar diantarkan atau dipancarkan keluar. Dan bila getaran ini sampai di telinga kita, barulah kita dapat mendengarkannya.
☻Pembahasan :
a. Sumber bunyi
Ada beberapa Sumber bunyi
1.Logam
2.Kulit
3.Udara
Selain perbedaan bahannya, sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk dan ukurannya. Bila bentuknya berbeda, maka berbeda pula bunyinya. Jadi sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan, bentuk dan ukurannya.
b. Tenaga
Sumber bunyi akan bergetar, bila adanya tenaga atau energi yang menggetarkannya. Tenaga ini bisa berupa :
1.Tenaga Manusia 4. Tenaga Listrik
2.Tenaga Angin 5. Tenaga Uap
3.Tenaga Air 6.. dll
Dari bermacam-macam yenaga tersebut ada beberapa kesamaan sifat, yaitu bahwa tenaga itu :
1.Dapat diubah atau dikurangi
2.Dapat disimpan
3.Dapat dialihkan
4.Dapat dighabungkan
Contoh :
Jam weker, tenaganya dapat disimpan untuk berbunyi
Pemain biola tidak langsung menyentuh sumber bunyinya.
c. Pengantar
Udara adalah pengantar bunyi yang paling banyak kita gunakan. Namun sebenarnya udara pengantar bunyi yang lamban, bukan berarti tidak baik. Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter per detik. Bandingkan dengan kecepatan rambat bunyi pada zat pengantar lain :
Gabus………………………………...500 meter per detik
Timah………………………………...1190 meter per detik
Air………………………………........1440 meter per detik
Besi………………………………......5120 meter per detik
Angka-angka tersebut memang dapat berubah oleh peruubahan suhu. Namun perubahan ini kecil sekali shingga praktis kurang begitu berarti.
d. Frekuensi
Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat-lambatnya getaran dari sumber bunyi. Biasanya dari banyaknya getaran per detik. Semakin banyak getaran per detiknya, semakin tinggi bunyinya. Dan banyaknya getaran per detik ini disebut Frekuensi. Dalam penguluran frekuensi biasanya dihitung denga satuan Cps ( cyeles per second) yang berarti getaran per detik. Disamping itu, khususnya dalam tehnik radio di pakai pula satuan Hz (hertz) ini diambil dari nama Heinric Hertz (1857-1894) seorang ahli pengetahuan alam bangsa Jerman.
Maka : 440 Cps = 440 Hz = 440 getar per detik
Secara umum daya dengar manusia antara 16 Hz sampai dengan 16.000 Hz.
Usia merupakan salah satu pengaruh frekuensi tinggi-rendahnya daya dengar manusia.
d. Kekuatan bunyi
Bunyi yang kuat bebeda dengan bunyi yang tinggi. Kekuatan bunyi tidak ditentukan oleh frekuensi bunyi, tetapi oleh hal-hal yang lain, khususnya; amplitudo, resonansi, dan jarak.
amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. Semakin lebar getaranya, semakin kuat pula bunyinya.
Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi. Biasanya dilakukan oleh benda atau bagian terdekatnya. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar sumber buyi.
Contoh gitar; walaupun sumber bunyinya pada senar, namun kekuatannya bunyinya lebih berasal dari kotak kayunya. Sebab, udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi, yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak resonator. Namun kotak resonatornya hanya berlaku pada gitar accostic. Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik.
Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima. Memakin dekat, akan semakin keras bunyinya. Sebagaimana frekuensi, kekuatan bunyi juga dapat diiukur. Biasanya digunakan satuan decibel yang disingkat db.
Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db. Sebagai bandingan; bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20 db. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db.
e. Timbre
Timbre adalah warna bunyi, berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh dari sumber bunyi, setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar.
Mengapa warna bunyi benda berbeda-beda?
Bunyi adalah bahan terpenting dalam musik. Bunyi berasal dari Sumber bunyi, yang digetarkan oleh tenaga atau energi. Kemudian getaran tersebut oleh pengantar diantarkan atau dipancarkan keluar. Dan bila getaran ini sampai di telinga kita, barulah kita dapat mendengarkannya.
☻Pembahasan :
a. Sumber bunyi
Ada beberapa Sumber bunyi
1.Logam
2.Kulit
3.Udara
Selain perbedaan bahannya, sumber bunyi dapat dibedakan oleh bentuk dan ukurannya. Bila bentuknya berbeda, maka berbeda pula bunyinya. Jadi sumber bunyi akan berbeda oleh perbedaan bahan, bentuk dan ukurannya.
b. Tenaga
Sumber bunyi akan bergetar, bila adanya tenaga atau energi yang menggetarkannya. Tenaga ini bisa berupa :
1.Tenaga Manusia 4. Tenaga Listrik
2.Tenaga Angin 5. Tenaga Uap
3.Tenaga Air 6.. dll
Dari bermacam-macam yenaga tersebut ada beberapa kesamaan sifat, yaitu bahwa tenaga itu :
1.Dapat diubah atau dikurangi
2.Dapat disimpan
3.Dapat dialihkan
4.Dapat dighabungkan
Contoh :
Jam weker, tenaganya dapat disimpan untuk berbunyi
Pemain biola tidak langsung menyentuh sumber bunyinya.
c. Pengantar
Udara adalah pengantar bunyi yang paling banyak kita gunakan. Namun sebenarnya udara pengantar bunyi yang lamban, bukan berarti tidak baik. Kecepatan merambat bagi udara sebagai pengantar bunyi hanyalah 345 meter per detik. Bandingkan dengan kecepatan rambat bunyi pada zat pengantar lain :
Gabus………………………………...500 meter per detik
Timah………………………………...1190 meter per detik
Air………………………………........1440 meter per detik
Besi………………………………......5120 meter per detik
Angka-angka tersebut memang dapat berubah oleh peruubahan suhu. Namun perubahan ini kecil sekali shingga praktis kurang begitu berarti.
d. Frekuensi
Tinggi-rendahnya bunyi ditentukan oleh cepat-lambatnya getaran dari sumber bunyi. Biasanya dari banyaknya getaran per detik. Semakin banyak getaran per detiknya, semakin tinggi bunyinya. Dan banyaknya getaran per detik ini disebut Frekuensi. Dalam penguluran frekuensi biasanya dihitung denga satuan Cps ( cyeles per second) yang berarti getaran per detik. Disamping itu, khususnya dalam tehnik radio di pakai pula satuan Hz (hertz) ini diambil dari nama Heinric Hertz (1857-1894) seorang ahli pengetahuan alam bangsa Jerman.
Maka : 440 Cps = 440 Hz = 440 getar per detik
Secara umum daya dengar manusia antara 16 Hz sampai dengan 16.000 Hz.
Usia merupakan salah satu pengaruh frekuensi tinggi-rendahnya daya dengar manusia.
d. Kekuatan bunyi
Bunyi yang kuat bebeda dengan bunyi yang tinggi. Kekuatan bunyi tidak ditentukan oleh frekuensi bunyi, tetapi oleh hal-hal yang lain, khususnya; amplitudo, resonansi, dan jarak.
amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. Semakin lebar getaranya, semakin kuat pula bunyinya.
Resonansi berarti ikut bergetar sejalan getaran bunyi. Biasanya dilakukan oleh benda atau bagian terdekatnya. Dan sedikit banyak kejadian ini akan menambah kekuatan getar sumber buyi.
Contoh gitar; walaupun sumber bunyinya pada senar, namun kekuatannya bunyinya lebih berasal dari kotak kayunya. Sebab, udara di dalam kotak itulah pelaku resonansi, yang justru lebih kuat daripada sumber bunyi. Sehingga kotak tersebut dinamakan kotak resonator. Namun kotak resonatornya hanya berlaku pada gitar accostic. Pada gitar elektrik resonansi dibuat oleh proses elektrik.
Jarak dimaksukan bahwa kekutan bunyi juga ditentukan oleh jarak antara sumber bunyi dengan alat pendengar atau penerima. Memakin dekat, akan semakin keras bunyinya. Sebagaimana frekuensi, kekuatan bunyi juga dapat diiukur. Biasanya digunakan satuan decibel yang disingkat db.
Angka petunjuk antara 0 db sampai kurang lebih 120 db. Sebagai bandingan; bunyi biola selembut-lembutnya yang setara dengan siulan kita lebih kurang 20 db. Sedangkan bagian kuat dari pemain orkes besar kurang lebih hanya mencapai 95 db.
e. Timbre
Timbre adalah warna bunyi, berupa keseluruhan kesan pendengaran yang kita peroleh dari sumber bunyi, setelah dipengaruhi resonansi dan zat pengantar.
Mengapa warna bunyi benda berbeda-beda?
Sabtu, 20 Maret 2010
SISINDIRAN
Kawarung jajan bajigur
Diangir kalapa cengkir
Sanes abdi henteu mikir
Da akangna dibuligir
Samping hideung samping hideung
Hideung soteh titadina
Abdi nineung abdi nineung
Nineung soteh ka adina
Cikur jangkung jahe koneng
Lampuyang pamura beuteung
Rarasaan jangkung koneng
Puguh mah bureuteu beuteung
Kica-kica diluhur meja
Katembong kaca purina
Abdi bogoh kamanehna
Katembong imut seurina
Aya listrik dimasigit
Caangna kapakidulan
Aya istri jangkung alit
Hanjakal aya bisulan
Mun eneng butuh kekesed
Bisa oge make kadut
Mun eneng ngadahar boled
Neng bisa gede hitut
Ngarit eurih-ngarit eurih
Sapoe meunang sadapur
Nyeri peurih-nyeri peurih
Kabogoh direbut batur
Majar teh arek kapasar
Sihoreng keur tibra molor
Ngaku mah jadi pelajar
Sihoreng awewe bangor
Hoyong teuing sayur bonteng
Dicikuran dibawangan
Hoyong teuing jadi panganten
Dikasuran diranjangan
Anak hayam ciciakan
Anak kuda bisa lumpat
Kahayang jadi sastrawan
Basa sunda penteun opat
Sisir kerep sisir koneng
Sisina bahan tambaga
Entong ngarep-ngarep kuring
Kuring mah jalma teu boga
Ucing saha warna soklat
Hese diparabanana
Sing saha teu daek sholat
Naraka bagianana
Tarate jadi di empang
Kembangna bareukah beureum
Dicium kubudak bujang
Sapeuting teu daek peureum
Boro-boro boga sapatu
Calanage tatambalan
Boro-boro boga minantu
Nanya ge teu ditembalan
Melak koneng deukeut laja
Sabulan teu jadi-jadi
Jauhan morfin jeung ganja
Mun maneh nyaah kadiri
Lamun urang kacikole
Moal hese tumpak kahar
Lamun urang boga gawe
Moal hese barang dahar
Tai kotok tai lancung
Tai bebek lalakina
Anu montok anu jangkung
Rambetek liang taina
Munteu tulus ka pasukan
Kapasirna oge hade
Munteu tulus kalanceukna
Ka adina oge hade
Kamana jalan kencana
Jalan sepur bulat-beulit
Parawan jaman ayeuna
Susu leyur teu meunang duit
Halimun digunung guntur
Jalana kapasisian
Sing runtut jeung pada batur
Ulah rek papaseaan
Samping batik juru tujuh
Carecet juru salawe
Mun rek nampi mangka puguh
Ulah matak nyeri hate
Majar teh arek kahuma
Kacai mamawa kendi
Majar teh arek karunya
Lami-lami nganyenyeri
Salawe dua lima
Salikur dua hiji
Awewe jaman ayeuna
Dicukur jiga lalaki
Cikaracak ninggang batu
Laun-laun jadi solokan
Cingcakakak pamer huntu
Suka seuri gogonjakan
Cikaracak ninggang batu
Laun-laun jadi legok
Tai cak-cak ninggang huntu
Laun-laun mah dilebok
Cau naon-cau naon
Cau kulutuk dijuru
Bau naon-bau naon
Bau hitut nu ngajuru
Tatangga hajat nyunatan
Sarerea milu suka
Diajar ulah bengbatan
Bisi kaduhung jagana
Gatot gaca pringgandani
Bebenteng urang amarta
Rek naros teu pati wani
Lantaran aya nu boga
Hayang teuing buah moris
Teu bisa ngasakanana
Hayang teuing kanu geulis
Teu bisa ngakalanana
Nganggap wayang diheulakeun
Bodorna cepot jeung gareng
Murid nu rajin ngapalkeun
Moal meunang peunteun goreng
Kaliki kembang samangki
Daun dadap hejo kandel
Lalaki jaman kiwari
Matak jahat kejo sambel
Kaleuweung buburu bagong
Indit isuk balik burit
Nu elik patukang tonggong
Biritna di gegel beurit
Hayam jago keur maen bola
Dipeuncitna kukisantri
Kudu getol kasakola
Sangkan beunghar kupangarti
Ecet-ecet oet-oet
Ngaronda ngarurek belut
Kapelet-kuring kapelet
Kurangda nugede hitut
Jalan-jalan ka Surabaya
Manggih kuda gagandongan
Aya budak sagaya-gaya
Hulu peda diendongan
Piring pisin mangkok cina
Ranjang buatan toko
Abdi isin kabina-bina
Rek nganjang teu boga roko
Buah golek buah kesemek
Buah kesemek ditutuan
Ulah daek kasi enok
Si enok loba kutuan
Kembang bawang teu jaradi
Katindihan kutangkal kaso
Lamun eneng bogoh ka abdi
Dipasihan keur meser baso
Talingtung talina benang
Mobil beureum diguratan
Satungtung teu acan beunang
Moal eureun disuratan
Es lilin ku amis tiis
Leuwih ngeunah ti es teler
Abdi bingung kunu geulis
Dikiceupan jol ngagoler
Takokak buah takekok
Buah tiwu aruratan
Barudak ulah rarecok
Pa kuwu rek disunatan
Salawe dibagi lima
Waliwis jangjangna keting
Awewe jaman ayeuna
Hayang geulis di ribonding
Saninten-buah saninten
Pucuk cau hehejoan
Hapunten-abdi hapunten
Hitut bau kanyahoan
Tikukur macokan mungkal
Kecok deui kecok deui
Dipupur beak sakintal
Dekok deui-dekok deui
Tikukur jeung manuk wari
Sendal jepit merk swalow
Nini-nini jaman kiwari
Hayang geulis make sedow
Diangir kalapa cengkir
Sanes abdi henteu mikir
Da akangna dibuligir
Samping hideung samping hideung
Hideung soteh titadina
Abdi nineung abdi nineung
Nineung soteh ka adina
Cikur jangkung jahe koneng
Lampuyang pamura beuteung
Rarasaan jangkung koneng
Puguh mah bureuteu beuteung
Kica-kica diluhur meja
Katembong kaca purina
Abdi bogoh kamanehna
Katembong imut seurina
Aya listrik dimasigit
Caangna kapakidulan
Aya istri jangkung alit
Hanjakal aya bisulan
Mun eneng butuh kekesed
Bisa oge make kadut
Mun eneng ngadahar boled
Neng bisa gede hitut
Ngarit eurih-ngarit eurih
Sapoe meunang sadapur
Nyeri peurih-nyeri peurih
Kabogoh direbut batur
Majar teh arek kapasar
Sihoreng keur tibra molor
Ngaku mah jadi pelajar
Sihoreng awewe bangor
Hoyong teuing sayur bonteng
Dicikuran dibawangan
Hoyong teuing jadi panganten
Dikasuran diranjangan
Anak hayam ciciakan
Anak kuda bisa lumpat
Kahayang jadi sastrawan
Basa sunda penteun opat
Sisir kerep sisir koneng
Sisina bahan tambaga
Entong ngarep-ngarep kuring
Kuring mah jalma teu boga
Ucing saha warna soklat
Hese diparabanana
Sing saha teu daek sholat
Naraka bagianana
Tarate jadi di empang
Kembangna bareukah beureum
Dicium kubudak bujang
Sapeuting teu daek peureum
Boro-boro boga sapatu
Calanage tatambalan
Boro-boro boga minantu
Nanya ge teu ditembalan
Melak koneng deukeut laja
Sabulan teu jadi-jadi
Jauhan morfin jeung ganja
Mun maneh nyaah kadiri
Lamun urang kacikole
Moal hese tumpak kahar
Lamun urang boga gawe
Moal hese barang dahar
Tai kotok tai lancung
Tai bebek lalakina
Anu montok anu jangkung
Rambetek liang taina
Munteu tulus ka pasukan
Kapasirna oge hade
Munteu tulus kalanceukna
Ka adina oge hade
Kamana jalan kencana
Jalan sepur bulat-beulit
Parawan jaman ayeuna
Susu leyur teu meunang duit
Halimun digunung guntur
Jalana kapasisian
Sing runtut jeung pada batur
Ulah rek papaseaan
Samping batik juru tujuh
Carecet juru salawe
Mun rek nampi mangka puguh
Ulah matak nyeri hate
Majar teh arek kahuma
Kacai mamawa kendi
Majar teh arek karunya
Lami-lami nganyenyeri
Salawe dua lima
Salikur dua hiji
Awewe jaman ayeuna
Dicukur jiga lalaki
Cikaracak ninggang batu
Laun-laun jadi solokan
Cingcakakak pamer huntu
Suka seuri gogonjakan
Cikaracak ninggang batu
Laun-laun jadi legok
Tai cak-cak ninggang huntu
Laun-laun mah dilebok
Cau naon-cau naon
Cau kulutuk dijuru
Bau naon-bau naon
Bau hitut nu ngajuru
Tatangga hajat nyunatan
Sarerea milu suka
Diajar ulah bengbatan
Bisi kaduhung jagana
Gatot gaca pringgandani
Bebenteng urang amarta
Rek naros teu pati wani
Lantaran aya nu boga
Hayang teuing buah moris
Teu bisa ngasakanana
Hayang teuing kanu geulis
Teu bisa ngakalanana
Nganggap wayang diheulakeun
Bodorna cepot jeung gareng
Murid nu rajin ngapalkeun
Moal meunang peunteun goreng
Kaliki kembang samangki
Daun dadap hejo kandel
Lalaki jaman kiwari
Matak jahat kejo sambel
Kaleuweung buburu bagong
Indit isuk balik burit
Nu elik patukang tonggong
Biritna di gegel beurit
Hayam jago keur maen bola
Dipeuncitna kukisantri
Kudu getol kasakola
Sangkan beunghar kupangarti
Ecet-ecet oet-oet
Ngaronda ngarurek belut
Kapelet-kuring kapelet
Kurangda nugede hitut
Jalan-jalan ka Surabaya
Manggih kuda gagandongan
Aya budak sagaya-gaya
Hulu peda diendongan
Piring pisin mangkok cina
Ranjang buatan toko
Abdi isin kabina-bina
Rek nganjang teu boga roko
Buah golek buah kesemek
Buah kesemek ditutuan
Ulah daek kasi enok
Si enok loba kutuan
Kembang bawang teu jaradi
Katindihan kutangkal kaso
Lamun eneng bogoh ka abdi
Dipasihan keur meser baso
Talingtung talina benang
Mobil beureum diguratan
Satungtung teu acan beunang
Moal eureun disuratan
Es lilin ku amis tiis
Leuwih ngeunah ti es teler
Abdi bingung kunu geulis
Dikiceupan jol ngagoler
Takokak buah takekok
Buah tiwu aruratan
Barudak ulah rarecok
Pa kuwu rek disunatan
Salawe dibagi lima
Waliwis jangjangna keting
Awewe jaman ayeuna
Hayang geulis di ribonding
Saninten-buah saninten
Pucuk cau hehejoan
Hapunten-abdi hapunten
Hitut bau kanyahoan
Tikukur macokan mungkal
Kecok deui kecok deui
Dipupur beak sakintal
Dekok deui-dekok deui
Tikukur jeung manuk wari
Sendal jepit merk swalow
Nini-nini jaman kiwari
Hayang geulis make sedow
Rabu, 17 Maret 2010
SEJARAH SINTREN DI KABUPATEN KUNINGAN
SINTREN, adalah sebutan kepada peran utama dalam satu jenis kesenian. Tapi akhirnya sebutan itu menjadi satu nama jenis kesenian yang disebut sintren. Sintren sendiri berasal kata sesantrian artinya meniru santri bermain lais, debus, rudat atau ubrug dengan menggunakan magic (ilmu ghaib).
Seni sintren ternyata tidak hanya hidup di daerah Kabupaten Majalengka, Indramayu dan Cirebon. Tapi juga hidup di Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Menurut, Udin Sahrudin, tokoh sintren di Desa Dukuhbadag, munculnya seni sintren di Kuningan belum bisa dipastikan. Sebab sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah, tapi yang jelas sejak tahun 1930 sudah banyak warga Desa Dukuhbadag yang mengadakan pertunjukan seni sintren terutama pada acara pesta khitanan dan pernikahan.
“Dulu yang pertama kali menjadi pimpinan seni sintren di Desa Dukuhbadag yakni Ibu Warjiah, tapi saya tidak tahu pasti dari mana awal perkembangan seni sintren itu,” kata Udin Sahrudin.
Berdasarkan cerita orang tua dulu, lanjut dia, seni sintren di Dukuhbadag dibawa oleh orang dari daerah lain yang sengaja untuk mencari nafkah yakni sebagai Kukurung. Kukurung merupakan bahasa dialek masyarakat Desa Dukuhbadag yang ditujukan kepada orang yang sedang mecari nafkah dengan cara menjual jasa memanen padi.
Dia menjelaskan, mereka (kukurung) diperkirakan datang dari daerah perbatasan Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan dengan Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Diantaranya saja Desa Cibendung, Cikakak, Karangjunti, Pande, Dukuhjeruk dan Desa Randegan. Ada pula yang datang dari daerah perbatasan Kabupaten Cirebon, diantaranya Desa Tonjong, Cilengkrang, Ciledug, Pabuaran, Cikulak dan Desa Leuweunggajah.
Kukurung-kukurung itu datang bukan saja ke Desa Dukuhbadag, tapi ke desa lain di Kecamatan Cibingbin antara lain Desa Bantarpanjang, Cisaat, Citenjo, Cibingbin, Cibeureum dan Desa Tarikolot, bahkan sampai Desa Sukasari dan Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana. (Desa Cibeureum dan Desa Tarikolot, kini Kecamatan Cibeureum)
“Untuk melepas lelah, kukurung-kukurug itu mengadakan pertunjukan seni sintren, di halaman rumah warga tanpa mendapat upah dari pemilik rumah, kecuali jamuan alakadarnya,”imbuhnya.
Dikatakan, pertunjukan sintren tidak selamanya memerlukan panggung, mereka bermain di halaman rumah beralaskan tikar, para penabuh gamelan dan juru kawih sambil duduk, sedangkan sintren menari sambil berdiri lemah gemulai mengikuti irama gamelan.
“Konon kabarnya, anak yang sudah dijadikan sintren harus mengalami 21 kali pentas, lebih sempurna 40 kali pertunjukan. Hal ini dipercaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bagi pribadi sintrennya. Setelah 40 hari biasanya rombongan seni tersebut mengadakan hajatan selamatan agar dijauhkan dari mara bahaya,” paparnya. *
dnrSintren, Seni Tradisi Bernuansa Mistis
Rabu, 16 Desember 2009
SENI tradisi sintren, sebenarnya tidak hanya dimiliki warga Cirebon,
namun juga warga pesisir lainnya dari mulai Subang sampai Pekalongan
Jawa Tengah. Meski sempat redup beberapa tahun belakang, namun saat
ini "nyala api" sintren terlihat mulai kembali.
Sejumlah even dari mulai budaya sampai bisnis seperti pembukaan sebuah
pameran mulai menampilkan seni yang kental dengan nuansa mistis
tersebut.
Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber kalangan seniman tradisi
cirebon, Sintren mulai dikenal pada awal tahun 1940-an. Nama sintren
sendiri tidak jelas berasal dari mana. Namun konon sintren adalah nama
penari yang masih gadis yang menjadi pemain utama dalam pertunjukan
itu.
Budayawan Cirebon Nurdin M. Noor menduga sintren merupakan nama lain
dari dewa Indra Jaya yang dikenal dalam dunia pewayangan. Namun Nurdin
mengakui, tidak tahu kepastiannya karena dugaannya itu hanya
berdasarkan dari alunan syair lagu yang mengiringi pagelaran seni
sintren.
Turun turune sintren,
Sintrene widadari,
Nemu kembang yun ayunan,
Kembange Si Jaya Indra
"Dari alunan syair itu saya menduga, sintren itu perwujudan dewa
sintren atau nama lain dari dewa Indra Jaya yang masuk ke raga seorang
penari sintren yang harus masih gadis," kata Nurdin.
Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata
(Disporbudpar) Kota Cirebon Dr. H. Wahyo, M.Pd. berdasarkan cerita
yang turun temurun, asal mula lahirnya sintren sebenarnya permainan
untuk menghilangkan bosan dan menghabiskan waktu.
Permainan itu tercipta dari kebiasaan kaum ibu dan putra-putrinya yang
tengah menunggu suami/ayah mereka pulang dari mencari ikan di laut.
"Dari pada tidur sore-sore, sambil menunggu suami dan bapaknya,
akhirnya tercipta permainan sintren. Namun siapa yang menciptakan
pertama kali, tidak ada sumber yang menyebutkannya. Karena zaman dulu
belum ada hak cipta, sehingga kebersamaan lah yang lebih
dikedepankan," kata Wahyo. Karena sering dimainkan hampir setiap sore
dan akhirnya sintren menjadi bagian yang tak terpisahkan dari
kehidupan kaum pesisir. Dalam perkembangannya, sintren menjadi sebuah
permainan penuh nuansa mistis. Pada perkembangan selanjutnya, sintren
dimainkan oleh para nelayan keliling kampung untuk tujuan mencari
uang, dari saweran yang dihasilkan. Dari yang semula hanya untuk
menambah uang dapur, sintren menjadi objek mencari nafkah hidup
Kesenian Sintren terdiri dari para juru kawih/sinden yang diiringi
dengan beberapa gamelan seperti buyung, sebuah alat musik pukul yang
menyerupai gentong terbuat dari tanah liat, rebana, dan waditra lainya
seperti , kendang, gong, dan kecrek.
Sebelum dimulai, para juru kawih memulai melantunkan lagu-lagu yang
dimaksudkan untuk mengundang penonton.
Tambak tambak pawon
Isie dandang kukusan
Ari kebul-kebul wong nontone pada kumpul.
Syair tersebut dilantunkan secara berulang-ulang sampai penonton
benar-benar berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan Sintren. Begitu
penonton sudah banyak, juru kawih mulai melantunkan syair,Kembang
trate
Dituku disebrang kana
Kartini dirante
Kang rante aran mang rana
Kemudian munculah penari sintren yang masih muda belia. Seorang
sintren haruslah seorang gadis. Kemudian sintren diikat dengan tali
tambang mulai leher hingga kaki, yang tidak memungkinkan sintren
dapat melepaskan ikatan tersebut dalam waktu cepat.
Sintren kemudian dimasukan ke dalam sebuah kurungan besar -yang biasa
dipakai untuk mengurung ayam- yang ditutup kain. Selain sintren, dalam
kurungan juga dimasukan pakaian ganti dan sejumlah asesoris seperti
kaca mata hitam.
Gamelan terus menggema, dua orang yang disebut sebagai pawang tidak
henti-hentinya membaca mantra-mantra. Asap yang muncul dari bakaran
kemenyan menemani pawang membaca mantra. Bau kemenyan yang menyergap
merupakan aroma yang ikut menamani penonton.
Asap kemenyan terus mengepul, begitu juga juru kawih terus
berulang-ulang nembang,
Gulung gulung kasa
Ana sintren masih turu
Wong nontone buru-buru
Ana sintren masih baru
Yang artinya menggambarkan kondisi sintren dalam kurungan yang masih
dalam keadaan tertidur. Begitu kurungan dibuka, bukanya hanya sintren
sudah bebas dari ikatan, ia bahkan sudah berganti dengan pakaian
penari dan berkaca mata hitam.
Gerakan tari sintren monoton, hanya bergoyang kanan dan kiri sambil
mengibas-ngibaskan selendang merahnya. Para penonton yang
berdesak-desakan pun mulai melempari Sintren dengan uang logam.
Begitu uang logam mengenai tubuhnya, maka Sintren akan jatuh pingsan.
Sintren akan sadar kembali dan menari setelah diberi jampi-jampi oleh
pawang. (Tim)***
Web: http://iklan.pikiran-rakyat.com/?mib=pradd.artikel.detail&id=235
Seni sintren ternyata tidak hanya hidup di daerah Kabupaten Majalengka, Indramayu dan Cirebon. Tapi juga hidup di Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Menurut, Udin Sahrudin, tokoh sintren di Desa Dukuhbadag, munculnya seni sintren di Kuningan belum bisa dipastikan. Sebab sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah, tapi yang jelas sejak tahun 1930 sudah banyak warga Desa Dukuhbadag yang mengadakan pertunjukan seni sintren terutama pada acara pesta khitanan dan pernikahan.
“Dulu yang pertama kali menjadi pimpinan seni sintren di Desa Dukuhbadag yakni Ibu Warjiah, tapi saya tidak tahu pasti dari mana awal perkembangan seni sintren itu,” kata Udin Sahrudin.
Berdasarkan cerita orang tua dulu, lanjut dia, seni sintren di Dukuhbadag dibawa oleh orang dari daerah lain yang sengaja untuk mencari nafkah yakni sebagai Kukurung. Kukurung merupakan bahasa dialek masyarakat Desa Dukuhbadag yang ditujukan kepada orang yang sedang mecari nafkah dengan cara menjual jasa memanen padi.
Dia menjelaskan, mereka (kukurung) diperkirakan datang dari daerah perbatasan Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan dengan Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Diantaranya saja Desa Cibendung, Cikakak, Karangjunti, Pande, Dukuhjeruk dan Desa Randegan. Ada pula yang datang dari daerah perbatasan Kabupaten Cirebon, diantaranya Desa Tonjong, Cilengkrang, Ciledug, Pabuaran, Cikulak dan Desa Leuweunggajah.
Kukurung-kukurung itu datang bukan saja ke Desa Dukuhbadag, tapi ke desa lain di Kecamatan Cibingbin antara lain Desa Bantarpanjang, Cisaat, Citenjo, Cibingbin, Cibeureum dan Desa Tarikolot, bahkan sampai Desa Sukasari dan Tanjungkerta Kecamatan Karangkancana. (Desa Cibeureum dan Desa Tarikolot, kini Kecamatan Cibeureum)
“Untuk melepas lelah, kukurung-kukurug itu mengadakan pertunjukan seni sintren, di halaman rumah warga tanpa mendapat upah dari pemilik rumah, kecuali jamuan alakadarnya,”imbuhnya.
Dikatakan, pertunjukan sintren tidak selamanya memerlukan panggung, mereka bermain di halaman rumah beralaskan tikar, para penabuh gamelan dan juru kawih sambil duduk, sedangkan sintren menari sambil berdiri lemah gemulai mengikuti irama gamelan.
“Konon kabarnya, anak yang sudah dijadikan sintren harus mengalami 21 kali pentas, lebih sempurna 40 kali pertunjukan. Hal ini dipercaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bagi pribadi sintrennya. Setelah 40 hari biasanya rombongan seni tersebut mengadakan hajatan selamatan agar dijauhkan dari mara bahaya,” paparnya. *
dnrSintren, Seni Tradisi Bernuansa Mistis
Rabu, 16 Desember 2009
SENI tradisi sintren, sebenarnya tidak hanya dimiliki warga Cirebon,
namun juga warga pesisir lainnya dari mulai Subang sampai Pekalongan
Jawa Tengah. Meski sempat redup beberapa tahun belakang, namun saat
ini "nyala api" sintren terlihat mulai kembali.
Sejumlah even dari mulai budaya sampai bisnis seperti pembukaan sebuah
pameran mulai menampilkan seni yang kental dengan nuansa mistis
tersebut.
Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber kalangan seniman tradisi
cirebon, Sintren mulai dikenal pada awal tahun 1940-an. Nama sintren
sendiri tidak jelas berasal dari mana. Namun konon sintren adalah nama
penari yang masih gadis yang menjadi pemain utama dalam pertunjukan
itu.
Budayawan Cirebon Nurdin M. Noor menduga sintren merupakan nama lain
dari dewa Indra Jaya yang dikenal dalam dunia pewayangan. Namun Nurdin
mengakui, tidak tahu kepastiannya karena dugaannya itu hanya
berdasarkan dari alunan syair lagu yang mengiringi pagelaran seni
sintren.
Turun turune sintren,
Sintrene widadari,
Nemu kembang yun ayunan,
Kembange Si Jaya Indra
"Dari alunan syair itu saya menduga, sintren itu perwujudan dewa
sintren atau nama lain dari dewa Indra Jaya yang masuk ke raga seorang
penari sintren yang harus masih gadis," kata Nurdin.
Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata
(Disporbudpar) Kota Cirebon Dr. H. Wahyo, M.Pd. berdasarkan cerita
yang turun temurun, asal mula lahirnya sintren sebenarnya permainan
untuk menghilangkan bosan dan menghabiskan waktu.
Permainan itu tercipta dari kebiasaan kaum ibu dan putra-putrinya yang
tengah menunggu suami/ayah mereka pulang dari mencari ikan di laut.
"Dari pada tidur sore-sore, sambil menunggu suami dan bapaknya,
akhirnya tercipta permainan sintren. Namun siapa yang menciptakan
pertama kali, tidak ada sumber yang menyebutkannya. Karena zaman dulu
belum ada hak cipta, sehingga kebersamaan lah yang lebih
dikedepankan," kata Wahyo. Karena sering dimainkan hampir setiap sore
dan akhirnya sintren menjadi bagian yang tak terpisahkan dari
kehidupan kaum pesisir. Dalam perkembangannya, sintren menjadi sebuah
permainan penuh nuansa mistis. Pada perkembangan selanjutnya, sintren
dimainkan oleh para nelayan keliling kampung untuk tujuan mencari
uang, dari saweran yang dihasilkan. Dari yang semula hanya untuk
menambah uang dapur, sintren menjadi objek mencari nafkah hidup
Kesenian Sintren terdiri dari para juru kawih/sinden yang diiringi
dengan beberapa gamelan seperti buyung, sebuah alat musik pukul yang
menyerupai gentong terbuat dari tanah liat, rebana, dan waditra lainya
seperti , kendang, gong, dan kecrek.
Sebelum dimulai, para juru kawih memulai melantunkan lagu-lagu yang
dimaksudkan untuk mengundang penonton.
Tambak tambak pawon
Isie dandang kukusan
Ari kebul-kebul wong nontone pada kumpul.
Syair tersebut dilantunkan secara berulang-ulang sampai penonton
benar-benar berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan Sintren. Begitu
penonton sudah banyak, juru kawih mulai melantunkan syair,Kembang
trate
Dituku disebrang kana
Kartini dirante
Kang rante aran mang rana
Kemudian munculah penari sintren yang masih muda belia. Seorang
sintren haruslah seorang gadis. Kemudian sintren diikat dengan tali
tambang mulai leher hingga kaki, yang tidak memungkinkan sintren
dapat melepaskan ikatan tersebut dalam waktu cepat.
Sintren kemudian dimasukan ke dalam sebuah kurungan besar -yang biasa
dipakai untuk mengurung ayam- yang ditutup kain. Selain sintren, dalam
kurungan juga dimasukan pakaian ganti dan sejumlah asesoris seperti
kaca mata hitam.
Gamelan terus menggema, dua orang yang disebut sebagai pawang tidak
henti-hentinya membaca mantra-mantra. Asap yang muncul dari bakaran
kemenyan menemani pawang membaca mantra. Bau kemenyan yang menyergap
merupakan aroma yang ikut menamani penonton.
Asap kemenyan terus mengepul, begitu juga juru kawih terus
berulang-ulang nembang,
Gulung gulung kasa
Ana sintren masih turu
Wong nontone buru-buru
Ana sintren masih baru
Yang artinya menggambarkan kondisi sintren dalam kurungan yang masih
dalam keadaan tertidur. Begitu kurungan dibuka, bukanya hanya sintren
sudah bebas dari ikatan, ia bahkan sudah berganti dengan pakaian
penari dan berkaca mata hitam.
Gerakan tari sintren monoton, hanya bergoyang kanan dan kiri sambil
mengibas-ngibaskan selendang merahnya. Para penonton yang
berdesak-desakan pun mulai melempari Sintren dengan uang logam.
Begitu uang logam mengenai tubuhnya, maka Sintren akan jatuh pingsan.
Sintren akan sadar kembali dan menari setelah diberi jampi-jampi oleh
pawang. (Tim)***
Web: http://iklan.pikiran-rakyat.com/?mib=pradd.artikel.detail&id=235
Minggu, 14 Maret 2010
RINGKASAN PKn KELAS IV
Bab 1
Pemerintahan Desa
1. Desa adalah wilayah yang ditempati sejumlah penduduk dan merupakan organisasi pemerintahan terendah.
a. Wilayah desa terdiri atas beberapa dusun atau kampung.
b. Dusun atau kampung terdiri atas beberapa RW. RW sendiri terdiri atas beberapa RT.
c. Desa dipimpin seorang kepala desa yang dipilih oleh rakyat.
2. Kelurahan Di daerah perkotaan desa disebut Kelurahan, merupakan wilayah yang terdiri atas beberapa kampung.
a. Kampung terdiri atas beberapa RW.
b. RW terdiri atas beberapa RT.
c. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah.
d. Lurah adalah pegawai negeri sipil / pemerintah.
e. Lurah tidak dipilih oleh rakyat, lurah ditunjuk oleh wali kota / bupati atas usul camat.
3. Pemerintahan Desa; Lembaga pemerintahan desa merupakan lembaga yang menjalankan pemerintahan desa. Pemerintahan desa bermitra dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pemerintah desa terdiri atas:
a. Kepala desa adalah kepala pemerintah desa yang dipilih langsung oleh peduduk desa untuk masa jabatan 6 tahun. Kepala desa dapat dipilih satu kali lagi untuk masa jabatan berikutnya. Kepala desa bertanggung jawab dalam bidang pembangunan dan kemasyarakatan.
b. Pamong desa atau perangkat terdiri atas:
- Sekretaris Desa (Sekdes) atau Carik, bertugas di bidang administrasi dan pelayanan umum. Misalnya kegiatan surat menyurat, kegiatan kearsipan, dan kegiatan membuat laporan.
- Kepala Urusan (Kaur). Tugas utama kepala urusan adalah membantu sekretaris desa.
- Kepala dusun atau kebayan, pelaksana tugas kepala desa di wilayah dusun. Kepala dusun melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah kerjanya.
4. Badan Permusyawaratan Desa (BPD), berkedudukan sejajar dan menjadi mitra kerja pemerintah desa. Anggota BPD dipilih atas dasar musyawarah mufakat. BPD terdiri atas ketua, wakil ketua, dan sekretaris serta anggota yang dipilih atas dasar musyawarah. Masa jabatan BPD selama 6 tahun. Tugas BPD antara lain;
a. menetapkan peraturan desa bersama kepala desa,
b. menyelenggarakan pemilihan kepala desa, dan perangkat desa,
c. melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah desa.
5. Pengertian Desa menurut UU No. 32 Tahun 2004 adalah kesatuan masyarakat hokum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal asul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
6. Syarat terbentuknya sebuah desa, antara lain:
a. Jumlah penduduk; Di Jawa dan Bali paling sedikit 1.500 jiwa atau 300 kepala keluarga, sedangkan di Sumatra dan Sulawesi paling sedikit 1.000 jiwa atau 200 KK. Adapun di Kalimantan, NTB, NTT, Maluku, dan Papua paling sedikit 750 jiwa.
b. Luas wilayah; harus ada batas yang jelas.
c. Bagian wilayah kerja; terdiri atas beberapa dusun.
d. Perangkat desa.
e. Sarana dan prasarana; seperti kantor, jalan desa, pasar desa, jembatan desa, dan irigasi untuk kelancaran pembangunan
7. Beberapa daerah menyebut desa dengan nama yang berbeda antara lain : Nagari di Sumatra Barat, Gampong di Provinsi NAD, Lemban di Sulawesi Selatan, Kampung di Kalimantan Selatan dan Papua, Negeri di Maluku.
8. lembaga-lembaga kemasyarakatan di desa atau kelurahan, antara lain:
a. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
b. Karang Taruna
c. Koperasi
d. Lembaga Musyawarah Desa (LMD)
e. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atau Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD)
f. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP).
mohon maaf, script melihat hasil revenue berdasarkan blog tidak bisa dipergunakan lagi !, untuk memantau hasil revenue, bisa cek di kumpulblogger, login - advertiser - statistik revenue
Bab 2
Pemerintahan Kecamatan
1. Wilayah kecamatan merupakan gabungan dari beberapa desa / kelurahan.
2. Kecamatan dipimpin oleh camat. Camat adalah Pegawai Negeri Sipil, ia menerima gaji dari pemerintah. Camat ditunjuk oleh bupati atau wali kota atas usul dari sekretaris daerah (sekda). Karena itulah camat bertangggung jawab kepada bupati atau wali kota melalui sekretaris daerah diakhir jabatannya
3. Menurut PP. Nomor 41 Tahun 2007, tugas camat meliputi:
a. mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat,
b. mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum,
c. mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan,
d. mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum,
e. mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan,
f. membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan / atau kelurahan.
g. melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.
4. Monografi adalah catatan tentang keadaan di wilayah desa / kelurahan, atau kecamatan. berisi tentang luas kecamatan tertentu, batas-batas yang dimiliki, dan keadaan geografi setempat. Dari monografi dapat diketahui tentang;
a. jumlah penduduk d. jumlah RT
b. mata pencaharian atau pekerjaan e. jumlah RW
c. agama f. jumlah desa
5. Dalam menjalankan tugasnya, camat dibantu oleh:
a. Sekretaris kecamatan (sekcam), tugasnya membantu camat di bidang administrasi dan pelayanan umum
b. Kepala-kepala urusan, tugas utama kepala urusan adalah membantu sekretaris kecamatan
c. Kepala-kepala seksi, pembantu dan pelaksana tugas camat sesuai bidangnya masing-masing
6. Dalam membina wilayah, camat juga dibantu oleh kepolisian sector (polsek) yang dikepalai kepala kepolisian sektor (kapolsek), dan komando rayon militer (koramil) dikepalai oleh komandan rayon militer (danramil).Camat, kapolsek dan danramil disebut Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan).
mohon maaf, script melihat hasil revenue berdasarkan blog tidak bisa dipergunakan lagi !, untuk memantau hasil revenue, bisa cek di kumpulblogger, login - advertiser - statistik revenue
Bab 3
Pemerintahan Kabupaten dan Kota
1. Dalam otonomi daerah, daerah kabupaten dan provinsi disebut daerah otonom.
2. Kabupaten merupakan gabungan dari beberapa kecamatan. Kabupaten disebut juga Daerah Tingkat II. Lembaga-lembaga daerah kabupaten / kota adalah sebagai berikut.
a. Bupati atau wali kota. Bupati adalah kepala pemerintahan kabupaten. Wali kota adalah kepala pemerintahan kota. Keduanya bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota atau kabupaten. Bupati dan wali kota dipilih langsung oleh masyarakat melalui Pilkada (pemilihan kepala daerah). Bupati atau wali kota mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut;
1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/ kota berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD kabupaten/kota.
2) Mengajukan rancangan peraturan daerah (perda).
3) Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD.
4) Menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang APBD kepada DPRD.
b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat II. DPRD Kabupaten/Kota merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah kabupaten yang memiliki fungsi legislasi (penyusunan peraturan daerah), anggaran, dan pengawasan. Tugas dan kewajiban DPRD kabupaten/kota:
1) melaksanakan demokrasi di wilayah kabupaten / kota,
2) memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah,
3) menyerap, menampung, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi (gagasan masyarakat).
Kelengkapan DPRD terdiri atas:
1) pimpinan 4) badan kehormatan
2) komisi 5) panitia anggaran
3) panitia musyawarah 6) alat kelengkapan lain yang diperlukan
c. Perangkat daerah. Perangkat daerah kabupaten / kota terdiri atas;
1) sekretaris daerah (sekda), memimpin sekretariat daerah yang berada di bawahnya dan bertanggung jawab langsung kepada bupati / walikota.
2) asisten daerah, membantu sekretaris daerah sesuai bidangnya masing-masing. Asisten daerah terdiri atas:
a) asisten tata praja,
b) asisten pembangunan,
c) asisten administrasi.
3) kepala bagian (Kabag); membantu asisten daerah melaksanakan tugasnya sesuai dengan bidangnya masing-masing.
4) kepala subbagian (Kasubag); membantu melaksanakan tugas Kepala bagian sesuai bidangnya masing-masing
3. Kota juga terdiri atas beberapa kecamatan. Pemerintahan kota juga termasuk daerah tingkat II, tetapi kepala daerahnya disebut walikota. Ada pemerintah kota yang mempunyai anggota DPRD, tetapi ada yang tidak. Pemerintahan kota yang tidak mempunyai anggota DPRD, misalnya di Jakarta
4. pemerintah kota cenderung lebih sempit dilihat dari sisi geografis (wilayah), tersedianya fasilitas-fasilitas hidup yang lebih lengkap dan modern di kota-kota. Jika pemerintah kabupaten belum bisa merata dalam penyediaan fasilitas-fasilitas hidup, di kota, fasilitas-fasilitasnya hampir merata.
5. Pemilihan daerah secara langsung diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004. Menurut Undang-Undang tersebut yang dimaksud pemerintah daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menurut asas otonomi dan tugas perbantuan. Adapun pemerintah tingkat kabupaten atau kota adalah bupati atau wali kota, wakil bupati atau wakil wali kota, dan perangkat daerah kabupaten atau kota
6. Bupati/wali kota dalam membina wilayah dibantu oleh Muspida (musyawarah pimpinan daerah), yang terdiri atas:
a. Komandan kodim (komando distrik militer).
b. Kapolres (kepala kepolisian resort).
c. Kepala kejaksaan negeri.
d. Kepala pengadilan negeri.
7. Lembaga-lembaga atau instansi-instansi yang membantu tugas bupati / wali kota antara lain:
a. Dinas-dinas daerah, seperti kesehatan, pekerjaan umum, pendidikan, dan lain-lain.
b. Lembaga teknis daerah, seperti Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pengawas Daerah, Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil, dan lain-lain.
c. Kecamatan.
d. Desa/kelurahan.
8. Struktur organisasi kabupaten terdiri atas:
a. Pemerintah daerah kabupaten adalah bupati dan dibantu satu orang wakil bupati beserta perangkat daerah.
b. Perangkat daerah terdiri atas sekretaris daerah, asisten, dan kepala bagian.
c. Bupati dan wakil bupati dipilih secara langsung dalam satu pasangan di daerah yang bersangkutan.
9. Struktur organisasi kota terdiri atas:
a. Pemerintah daerah kota setingkat daerah kabupaten.
b. Kepala daerah kota adalah wali kota dan dibantu oleh satu orang wakil walikota.
c. Wali kota dan wakilnya dipilih secara langsung dalam satu pasangan melalui pemilihan langsung kepala daerah (pilkada).
d. Pelaksana pilkada ialah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)
Bab 4
Pemerintahan Provinsi
1. Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat yang mempunyai batas daerah tertentu yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sesuai aspirasi masyarakat dalam sistem NKRI.
2. Wilayah administrasi adalah wilayah kerja gubernur selaku wakil pemerintah pusat
3. Wilayah Provinsi; merupakan gabungan dari beberapa wilayah kabupaten atau kota. Wilayah provinsi berupa wilayah daratan dan wilayah perairan. Masing-masing provinsi mempunyai kekayaan budaya yang beraneka ragam ada rumah adat, pakaian adat, makanan, senitari, senjata, dan karya sastra.
4. Pemerintahan provinsi disebut juga pemerintah daerah otonom dan daerah administratif. Pemerintah provinsi dipimpin seorang gubernur dan bertanggung jawab kepada DPRD provinsi.
5. DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang memiliki fungsi legislasi (penyusunan peraturan daerah), budgeting (penyusunan anggaran), dan pengawasan. Masa jabatan anggota DPRD adalah lima tahun. Mereka dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilu legislatif.
6. Tugas dan wewenang DPRD:
a. Membentuk perda yang dibahas dengan kepala daerah.
b. Membahas dan menyetujui rancangan APBD.
c. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan perda, peraturan perundangan lainnya, dan APBD.
d. Memberi pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah.
e. Meminta laporan pertanggungjawaban kepala daerah.
7. Tugas dan wewenang Gubernur dan wakil gubernur:
a. Memimpin penyelengggaraan pemerintah daerah yang ditetapkan bersama DPRD provinsi.
b. Mengajukan rancangan peraturan daerah (Perda).
c. Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD provinsi.
d. Menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang APBN kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama.
e. Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah.
f. Mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan.
g. Melaksanakan tugas dan wewenang sesuai peraturan perundangundangan.
8. Sekretariat daerah dipimpin oleh sekretaris daerah. Sekretaris daerah bertugas membantu kepala daerah mengoordinasi dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Dalam menjalankan tugasnya, sekretaris daerah bertanggung jawab kepada gubernur. Sekretaris daerah dibantu beberapa pembantu gubernur dan beberapa kepala bidang. Sekretaris daerah provinsi diangkat dan diberhentikan oleh presiden atas usul gubernur.
9. Perangkat daerah provinsi lainnya, antara lain:
a. Pembantu gubernur
b. Kepala bidang
c. Sekretariat DPRD
10. Lembaga-lembaga lainnya yang membantu tugas gubernur:
a. Dinas-dinas daerah e. Kejaksaan Tinggi
b. Badan-badan daerah f. Pengadilan Tinggi
c. Kantor wilayah g. Kepolisian Daerah (Polda)
d. Lembaga teknis daerah h. Komando Daerah Militer (Kodam)
Bab 5
Sistem Pemerintahan Pusat
1. Pemerintahan pusat adalah pelaksana pemerintahan yang mengurusi seluruh wilayah Negara. Pemerintahan pusat antara lain presiden, wakil presiden, dan para menteri. Pemerintahan pusat juga disebut lembaga eksekutif.
2. Lembaga-lembaga negara di Indonesia, yaitu:
a. Lembaga legislatif; lembaga negara yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Lembaga legislatif terdiri atas;
1) DPR (Dewan Perwakilan Rakyat); Anggota DPR dipilih dari partai politik yang berkompetisi dalam pemilihan umum legislatif. Lembaga ini setidaknya mempunyai 3 (tiga) fungsi:
a) Legislasi; mengadakan dan mengesahkan undang-undang Negara.
b) Anggaran; mengesahkan anggaran belanja dan pendapatan Negara.
c) Pengawasan; Mengawasi jalannya roda pemerintahan.
2) MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) ; Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD. Tugas dan wewenang MPR antara lain:
a) Mengubah dan menetapkan UUD.
b) Melantik presiden dan wakil presiden.
c) Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.
3) DPD (Dewan Perwakilan Daerah); Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum. Di mana 4 calon anggota DPD yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan menjadi anggota DPD. Adapun tugas DPD antara lain:
a) Mengajukan RUU (Rancangan Undang-Undang) kepada DPR.
b) Ikut membahas RUU.
c) Melakukan pengawasan pelaksanaan RUU.
RUU yang dimaksud hanya berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat – daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.
b. Lembaga yudikatif; lembaga yang memegang kekuasaan di bidang kehakiman. Lembaga yudikatif terdiri atas
1) MA (Mahkamah Agung); merupakan badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman tertinggi. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan, antara lain Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara.
2) MK (Mahkamah Konstitusi); lembaga kehakiman yang menangani tuntutan masyarakat atas kelayakan suatu undang-undang atau peraturan. Mahkamah Konstitusi dapat mencabut suatu peraturan atau UU yang dirasa tidak adil atau tidak layak, serta bertentangan dengan UUD 45. Menurut UUD 1945, ada empat kewenangan MK, yaitu:
a) Menguji UU terhadap UUD 1945.
b) Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang diberikan oleh UUD.
c) Memutuskan pembubaran partai politik.
d) Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.
3) KY (Komisi Yudisial); lembaga yang mengawasi para hakim dalam memutus perkara.
c. Lembaga eksekutif; lembaga yang memegang kekuasaan pemerintahan. Lembaga ini dipimpin oleh presiden dan wakil presiden. dibantu menteri-menteri dan lembaga negara lainnya. Lembaga eksekutif itulah yang disebut dengan pemerintah pusat. Presiden dan wakil presiden dipilih oleh rakyat Indonesia dalam pemilihan presiden.
3. Wewenang Presiden Selaku Kepala Negara, meliputi:
a. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 1945 (sesuai UUD 45 pasal 4 ayat 1).
b. Menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk menjalankan UU (UUD 45 pasal 5 ayat 2).
c. Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri Negara (UUD 45 pasal 17 ayat 2).
4. Tugas Presiden dalam Bidang Legislatif, meliputi:
a. Memegang kekuasaan membentuk UU dengan persetujuan DPR (UUD 45 pasal 5 ayat 1).
b. Berhak menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang (UUD 45 pasal 22 ayat 1).
5. Tugas Presiden dalam Bidang Yudikatif, meliputi:
a. Memberi grasi, yaitu ampunan yang diberikan kepada orang yang telah dijatuhi hukuman atas pertimbangan Mahkamah Agung.
b. Memberi amnesti, yaitu pengampunan atau penghapusan hukuman pada seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindak pidana atas pertimbangan DPR.
c. Memberi abolisi, yaitu penghapusan atau peniadaan pidana atas pertimbangan DPR.
d. Memberi rehabilitasi, yaitu pemulihan nama baik pada seseorang atau sekelompok orang atas pertimbangan Mahkamah Agung
6. Tugas Wakil Presiden meliputi:
a. Membantu presiden dalam menjalankan kewajibannya sehari-hari.
b. Mewakili presiden apabila presiden berhalangan sementara.
c. Mengganti presiden apabila presiden berhalangan tetap
7. Kementerian Negara; dalam menjalankan tugasnya, presiden dan wakil presiden dibantu para menteri. Menteri ini membawahi bidang-bidang tertentu. Ada tiga jenis menteri yaitu;
a. Menteri departemen; departemen merupakan unsur pelaksana pemerintah yang dipimpin oleh menteri yang bertanggung jawab kepada presiden. Departemen mempunyai tugas membantu presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang masing-masing.
b. Menteri Negara; menangani tugas tertentu dalam kegiatan pemerintah negara yang tidak ditangani oleh departemen.
c. Menteri koordinator; mempunyai tugas mengoordinasikan penyiapan dan penyusunan kebijakan serta pelaksanaannya di bidang tertentu dalam kegiatan pemerintahan negara.
8. Sekretariat Negara RI (Setneg RI) adalah lembaga pemerintah yang berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawa langsung kepada presiden. Adapun tugasnya memberika dukungan staf dan pelayanan administrasi kepada presiden selak kepala negara dalam menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan Negara.
9. Sekretariat kabinet, yang bertugas memberikan pelayanan administrasi kepada presiden.
10. Lembaga pemerintah nondepartemen (LPND), yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan tertentu dari presiden. Lembaga Pemerintah Nondepartemen, antara lain:
a. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
b. Badan Intelejen Negara (BIN)
c. Badan Kepegawaian Negara (BKN)
d. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
e. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
f. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)
g. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
h. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)
i. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
j. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)
k. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
l. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
m. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
n. Badan Pertanahan Nasional (BPN)
o. Badan Pusat Statistik (BPS)
p. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
q. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
r. Lembaga Administrasi Negara (LAN)
s. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
t. Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS)
u. Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN)
v. Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG)
w. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS)
x. Badan SAR Nasional (BASARNAS)
11. Kejaksaan, yang bertugas mengajukan tuntutan di muka pengadilan terhadap para pelaku kejahatan.
12. Badan ekstra struktural, yang bertugas memberi pertimbangan kepada presiden atau menteri dalam pelaksanaan kegiatan tertentu, yang termasuk badan ekstra struktural, antara lain;
a. Dewan Ekonomi Nasional (DEN)
b. Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD)
c. Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek)
d. Badan Pelaksana APEC
e. Badan Pertimbangan Jabatan Nasional (Baperjanas)
f. Lembaga Sensor Film (LSF)
g. Tim Bakorlak Inpres 6
h. Tim Pengembangan Industri Hankam
i. Komite Olahraga Nasional Indonesia
j. Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia
k. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk Aceh dan Nias (BRR Aceh - Nias)
l. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)
13. Badan independen, yaitu badan yang dibentuk pemerintah pusat, namun bekerja secara independent, yang termasuk badan independen, antara lain;
a. Badan Nasional Sertifikasi Profesi
b. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
c. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)
d. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)
e. Komisi Ombudsman Nasional (KON)
f. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
g. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
h. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
i. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
14. TNI dan Polri, yang bertugas menjaga keutuhan NKRI dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan penjelasan sebagai berikut;
a. TNI dipimpin oleh seorang panglima. Panglima TNI dipilih oleh presiden dengan persetujuan DPR. TNI dibagi menjadi 3 angkatan, yaitu angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Setiap angkatan dipimpin oleh seorang kepala staff. TNI bertugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman dari luar maupun dari dalam.
b. Polri juga termasuk lembaga negara. Kepolisian dipimpin oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kapolri dipilih presiden dengan persetujuan DPR. Kepolisian bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat
15. KPU (Komisi Pemilihan Umum); yang bertugas merencanakan, mempersiapkan, dan memimpin jalannya pelaksanaan pemilu.. Dalam menjalankan tugas fungsinya, KPU membentuk 9 bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Bagian peserta pemilu.
b. Bagian pendidikan dan informasi pemilu.
c. Bagian pendaftaran pemilu dan pencalonan.
d. Bagian logistik pemilu.
e. Bagian pemungutan suara dan penetapan hasil pemilu.
f. Bagian hukum.
g. Bagian organisasi, personil, dan keuangan pemilu.
h. Bagian kajian dan pengembangan pemilu.
i. Bagian hubungan antarlembaga.
16. Perwakilan RI di luar negeri, yang dijalankan oleh seorang duta besar. Duta besar ditunjuk oleh presiden atas persetujuan DPR. Duta besar berkantor di ibu kota manca negara
17. Badan pemeriksa keuangan (BPK), yaitu lembaga yang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Hasil pemeriksaannya diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai kewenangannya.
8. Bank sentral, yaitu bank yang mengatur kebijakan moneter dan mencetak uang.
Bab 6
Mengenal Globalisasi
1. Globalisasi dapat diartikan suatu proses mendunia atau menuju satu dunia. Peristiwa yang terjadi di dunia dapat kita saksikan secara langsung tanpa harus mendatanginya. Kita dapat berkomunikasi jarak jauh melalui alat telekomunikasi. Menempuh perjalanan jauh hanya beberapa jam dengan pesawat terbang.
2. Globalisasi telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk kebudayaan. Perubahan sosial akibat globalisasi meliputi beberapa jenis:
a. Makanan; ditandai dengan berbagai jenis makanan instant (cepat saji). Masyarakat dapat menikmati tanpa harus susah payah membuat dan memasaknya. Tapi bahayanya adalah zat kimia yang ada di dalamnya, seperti zat pengawet, pewarna, dan perasa.
b. Pakaian; masyarakat di negara berkembang biasanya suka meniru perkembangan model dari negara maju, sehingga mendorong industri pakaian berkembang pesat.
c. Perilaku; pudarnya budaya gotong royong. Hal ini sangat mencolok pada masyarakat di perkotaan. Mereka sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.
d. Gaya hidup; gencarnya iklan memengaruhi keinginan masyarakat untuk memiliki suatu barang mutakhir. Orang berlomba-lomba memiliki barang baru guna meningkatkan gengsi.
3. Dampak negatif adanya globalisasi, antara lain:
a. Orang menjadi sangat individualis (mementingkan diri sendiri).
b. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa (pola berpakaian dan pergaulan),seperti memakai anting-anting bagi laki-laki dan lain-lain.
c. Budaya konsumtif; kebiasaan senang menghamburkan uangnya untuk kepentingan yang kurang bermanfaat.
d. Sarana hiburan yang melalaikan dan membuat malas; dengan adanya playstation banyak anak melupakan waktu untuk belajar, membantu orang tua, dan beristirahat.
e. Budaya permisif; menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan sarana canggih.
f. Menurunnya ikatan rohani; Pada era globalisasi orang banyak yang meninggalkan ibadah dengan alasan sibuk. Orang juga banyak meninggalkan ajaran agama. Mereka hanya mementingkan duniawi saja
4. Kebudayaan merupakan kepribadian suatu bangsa. Budaya adalah pikiran dan akal budi. Contohnya; beberapa nyanyian dan lagu, berbagai tari-tarian, berbagai alat musik yang khas, berbagai seni pertunjukan, dan berbagai budaya khas lainnya.
5. Tujuan melakukan misi kebudayaan internasional yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia, sehingga diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia, pada akhirnya akan menambah devisa negara.
6. Contoh beberapa tim kesenian yang tampil di tingkat internasional:
a. Kelompok kesenian Bougenville yang berasal dari Kalimantan Barat diundang ke Madrid, Spanyol. Pada 21 sampai 28 Oktober 2003
b. Grup seni tradisional Indonesia, Nanglang Danasih, tampil di Roma, Italia. Grup ini tampil dalam festival seni internasional dan meraih dua juara.
c. Tim kesenian Sumatra Selatan ke Malaysia. Grup ini tampil dalam acara festival Gendang Nusantara 10 - 15 April 2003.
d. Tim kesenian Bali ke Chili dan Peru. Dalam rangka memenuhi undangan KBRI Tim dari pulau Dewata ini menampilkan tari Saman (Aceh), tari Maengket (Sulawesi), dan sejumlah tari Bali.
e. Tim kesenian Jaipong dan Rampak Gendang ke Irak. Tim kesenian Indonesia untuk kesekian kalinya tampil dalam Festival Internasional Babylon.
f. Atas undangan Indian Council For Cultural Relations Ministry External Affairs (ICCR).Mereka juga terkesan dengan bagian dalam memeriahkan festival kebudayaan internasional di India Tim kesenian Indonesia tampil memukau ribuan penonton.
g. UNESCO lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan telaah terhadap kesenian wayang kulit. Karena Ki Manteb menerima penghargaan UNESCO Award yang diserahkan langsung di Paris, Prancis. Ki Manteb Sudarsono dalang wayang kulit dari kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah go internasional.
7. Setiap daerah mempunyai berbagai macam tarian yang disebut tarian adapt, yaitu;
a. Jawa Barat misalnya terdapat tari Jaipong, tari Topeng,
b. Jawa Tengah terdapat tari gambyong,
c. Bali ada tari Lengong,
d. Sumatra Utara terdapat tari Perang,
e. Jawa Timur mempunyai tari Ngremo,
f. Aceh mempunyai tari Seudati, dan
g. daerah khusus ibu kota Jakarta terdapat tari Ronggeng.
8. Alat Musik Daerah
a. Angklung; alat musik angklung berasal dari Jawa Barat. Cara menggunakan angklung adalah dengan digoyang-goyangkan.
b. Gamelan; alat musik gamelan banyak terdapat di daerah Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dibuat dari bahan kuningan atau perunggu. Gamelan terdiri atas seperangkat gamelan antara lain bonang, kenong, demung, gender, saron, gong, dan ada salah satu alat gamelan yang dibuat dari bambu yang disebut gambang. Gamelan menonjolkan adanya perkembangan kebudayaan, khususnya kesenian wayang, baik wayang kulit atau wayang golek dan karawitan.
9. Upaya-upaya untuk menanggulangi pengaruh negatif globalisasi, antara lain;
a. Lingkungan Sekolah; sekolah perlu menekankan pelajaran budi pekerti serta pengetahuan tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalam perilaku negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuran antar pelajar.
b. Lingkungan Keluarga; meningkatkan peran orang tua, antara lain;
- Menekankan rasa tanggung jawab pada anak.
- Menerapkan aturan yang tegas yang harus ditaati setiap anggota keluarga, namun tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatian pada anak.
- Memberi keteladanan. Orang tua harus menjadi contoh yang patut ditiru anak-anaknya.
- Penerapan perilaku sopan santun juga harus dilakukan anak.
c. Lingkungan Masyarakat dan Lingkungan Keagamaan; peran tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan dalam mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke masyarakat.
d. Lingkungan pemerintah dan Negara; pemerintah merupakan salah satu lembaga yang berwenang mengeluarkan peraturan atau hukum, salah satu di antaranya berusaha mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi. Untuk mewujudkannya, pemerintah dapat melakukannya melalui lembaga peradilan, kepolisian, dan lain lain
Pemerintahan Desa
1. Desa adalah wilayah yang ditempati sejumlah penduduk dan merupakan organisasi pemerintahan terendah.
a. Wilayah desa terdiri atas beberapa dusun atau kampung.
b. Dusun atau kampung terdiri atas beberapa RW. RW sendiri terdiri atas beberapa RT.
c. Desa dipimpin seorang kepala desa yang dipilih oleh rakyat.
2. Kelurahan Di daerah perkotaan desa disebut Kelurahan, merupakan wilayah yang terdiri atas beberapa kampung.
a. Kampung terdiri atas beberapa RW.
b. RW terdiri atas beberapa RT.
c. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah.
d. Lurah adalah pegawai negeri sipil / pemerintah.
e. Lurah tidak dipilih oleh rakyat, lurah ditunjuk oleh wali kota / bupati atas usul camat.
3. Pemerintahan Desa; Lembaga pemerintahan desa merupakan lembaga yang menjalankan pemerintahan desa. Pemerintahan desa bermitra dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pemerintah desa terdiri atas:
a. Kepala desa adalah kepala pemerintah desa yang dipilih langsung oleh peduduk desa untuk masa jabatan 6 tahun. Kepala desa dapat dipilih satu kali lagi untuk masa jabatan berikutnya. Kepala desa bertanggung jawab dalam bidang pembangunan dan kemasyarakatan.
b. Pamong desa atau perangkat terdiri atas:
- Sekretaris Desa (Sekdes) atau Carik, bertugas di bidang administrasi dan pelayanan umum. Misalnya kegiatan surat menyurat, kegiatan kearsipan, dan kegiatan membuat laporan.
- Kepala Urusan (Kaur). Tugas utama kepala urusan adalah membantu sekretaris desa.
- Kepala dusun atau kebayan, pelaksana tugas kepala desa di wilayah dusun. Kepala dusun melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah kerjanya.
4. Badan Permusyawaratan Desa (BPD), berkedudukan sejajar dan menjadi mitra kerja pemerintah desa. Anggota BPD dipilih atas dasar musyawarah mufakat. BPD terdiri atas ketua, wakil ketua, dan sekretaris serta anggota yang dipilih atas dasar musyawarah. Masa jabatan BPD selama 6 tahun. Tugas BPD antara lain;
a. menetapkan peraturan desa bersama kepala desa,
b. menyelenggarakan pemilihan kepala desa, dan perangkat desa,
c. melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah desa.
5. Pengertian Desa menurut UU No. 32 Tahun 2004 adalah kesatuan masyarakat hokum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal asul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
6. Syarat terbentuknya sebuah desa, antara lain:
a. Jumlah penduduk; Di Jawa dan Bali paling sedikit 1.500 jiwa atau 300 kepala keluarga, sedangkan di Sumatra dan Sulawesi paling sedikit 1.000 jiwa atau 200 KK. Adapun di Kalimantan, NTB, NTT, Maluku, dan Papua paling sedikit 750 jiwa.
b. Luas wilayah; harus ada batas yang jelas.
c. Bagian wilayah kerja; terdiri atas beberapa dusun.
d. Perangkat desa.
e. Sarana dan prasarana; seperti kantor, jalan desa, pasar desa, jembatan desa, dan irigasi untuk kelancaran pembangunan
7. Beberapa daerah menyebut desa dengan nama yang berbeda antara lain : Nagari di Sumatra Barat, Gampong di Provinsi NAD, Lemban di Sulawesi Selatan, Kampung di Kalimantan Selatan dan Papua, Negeri di Maluku.
8. lembaga-lembaga kemasyarakatan di desa atau kelurahan, antara lain:
a. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
b. Karang Taruna
c. Koperasi
d. Lembaga Musyawarah Desa (LMD)
e. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atau Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD)
f. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP).
mohon maaf, script melihat hasil revenue berdasarkan blog tidak bisa dipergunakan lagi !, untuk memantau hasil revenue, bisa cek di kumpulblogger, login - advertiser - statistik revenue
Bab 2
Pemerintahan Kecamatan
1. Wilayah kecamatan merupakan gabungan dari beberapa desa / kelurahan.
2. Kecamatan dipimpin oleh camat. Camat adalah Pegawai Negeri Sipil, ia menerima gaji dari pemerintah. Camat ditunjuk oleh bupati atau wali kota atas usul dari sekretaris daerah (sekda). Karena itulah camat bertangggung jawab kepada bupati atau wali kota melalui sekretaris daerah diakhir jabatannya
3. Menurut PP. Nomor 41 Tahun 2007, tugas camat meliputi:
a. mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat,
b. mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum,
c. mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan,
d. mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum,
e. mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan,
f. membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan / atau kelurahan.
g. melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.
4. Monografi adalah catatan tentang keadaan di wilayah desa / kelurahan, atau kecamatan. berisi tentang luas kecamatan tertentu, batas-batas yang dimiliki, dan keadaan geografi setempat. Dari monografi dapat diketahui tentang;
a. jumlah penduduk d. jumlah RT
b. mata pencaharian atau pekerjaan e. jumlah RW
c. agama f. jumlah desa
5. Dalam menjalankan tugasnya, camat dibantu oleh:
a. Sekretaris kecamatan (sekcam), tugasnya membantu camat di bidang administrasi dan pelayanan umum
b. Kepala-kepala urusan, tugas utama kepala urusan adalah membantu sekretaris kecamatan
c. Kepala-kepala seksi, pembantu dan pelaksana tugas camat sesuai bidangnya masing-masing
6. Dalam membina wilayah, camat juga dibantu oleh kepolisian sector (polsek) yang dikepalai kepala kepolisian sektor (kapolsek), dan komando rayon militer (koramil) dikepalai oleh komandan rayon militer (danramil).Camat, kapolsek dan danramil disebut Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan).
mohon maaf, script melihat hasil revenue berdasarkan blog tidak bisa dipergunakan lagi !, untuk memantau hasil revenue, bisa cek di kumpulblogger, login - advertiser - statistik revenue
Bab 3
Pemerintahan Kabupaten dan Kota
1. Dalam otonomi daerah, daerah kabupaten dan provinsi disebut daerah otonom.
2. Kabupaten merupakan gabungan dari beberapa kecamatan. Kabupaten disebut juga Daerah Tingkat II. Lembaga-lembaga daerah kabupaten / kota adalah sebagai berikut.
a. Bupati atau wali kota. Bupati adalah kepala pemerintahan kabupaten. Wali kota adalah kepala pemerintahan kota. Keduanya bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota atau kabupaten. Bupati dan wali kota dipilih langsung oleh masyarakat melalui Pilkada (pemilihan kepala daerah). Bupati atau wali kota mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut;
1) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/ kota berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD kabupaten/kota.
2) Mengajukan rancangan peraturan daerah (perda).
3) Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD.
4) Menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang APBD kepada DPRD.
b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat II. DPRD Kabupaten/Kota merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah kabupaten yang memiliki fungsi legislasi (penyusunan peraturan daerah), anggaran, dan pengawasan. Tugas dan kewajiban DPRD kabupaten/kota:
1) melaksanakan demokrasi di wilayah kabupaten / kota,
2) memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah,
3) menyerap, menampung, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi (gagasan masyarakat).
Kelengkapan DPRD terdiri atas:
1) pimpinan 4) badan kehormatan
2) komisi 5) panitia anggaran
3) panitia musyawarah 6) alat kelengkapan lain yang diperlukan
c. Perangkat daerah. Perangkat daerah kabupaten / kota terdiri atas;
1) sekretaris daerah (sekda), memimpin sekretariat daerah yang berada di bawahnya dan bertanggung jawab langsung kepada bupati / walikota.
2) asisten daerah, membantu sekretaris daerah sesuai bidangnya masing-masing. Asisten daerah terdiri atas:
a) asisten tata praja,
b) asisten pembangunan,
c) asisten administrasi.
3) kepala bagian (Kabag); membantu asisten daerah melaksanakan tugasnya sesuai dengan bidangnya masing-masing.
4) kepala subbagian (Kasubag); membantu melaksanakan tugas Kepala bagian sesuai bidangnya masing-masing
3. Kota juga terdiri atas beberapa kecamatan. Pemerintahan kota juga termasuk daerah tingkat II, tetapi kepala daerahnya disebut walikota. Ada pemerintah kota yang mempunyai anggota DPRD, tetapi ada yang tidak. Pemerintahan kota yang tidak mempunyai anggota DPRD, misalnya di Jakarta
4. pemerintah kota cenderung lebih sempit dilihat dari sisi geografis (wilayah), tersedianya fasilitas-fasilitas hidup yang lebih lengkap dan modern di kota-kota. Jika pemerintah kabupaten belum bisa merata dalam penyediaan fasilitas-fasilitas hidup, di kota, fasilitas-fasilitasnya hampir merata.
5. Pemilihan daerah secara langsung diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004. Menurut Undang-Undang tersebut yang dimaksud pemerintah daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menurut asas otonomi dan tugas perbantuan. Adapun pemerintah tingkat kabupaten atau kota adalah bupati atau wali kota, wakil bupati atau wakil wali kota, dan perangkat daerah kabupaten atau kota
6. Bupati/wali kota dalam membina wilayah dibantu oleh Muspida (musyawarah pimpinan daerah), yang terdiri atas:
a. Komandan kodim (komando distrik militer).
b. Kapolres (kepala kepolisian resort).
c. Kepala kejaksaan negeri.
d. Kepala pengadilan negeri.
7. Lembaga-lembaga atau instansi-instansi yang membantu tugas bupati / wali kota antara lain:
a. Dinas-dinas daerah, seperti kesehatan, pekerjaan umum, pendidikan, dan lain-lain.
b. Lembaga teknis daerah, seperti Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pengawas Daerah, Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil, dan lain-lain.
c. Kecamatan.
d. Desa/kelurahan.
8. Struktur organisasi kabupaten terdiri atas:
a. Pemerintah daerah kabupaten adalah bupati dan dibantu satu orang wakil bupati beserta perangkat daerah.
b. Perangkat daerah terdiri atas sekretaris daerah, asisten, dan kepala bagian.
c. Bupati dan wakil bupati dipilih secara langsung dalam satu pasangan di daerah yang bersangkutan.
9. Struktur organisasi kota terdiri atas:
a. Pemerintah daerah kota setingkat daerah kabupaten.
b. Kepala daerah kota adalah wali kota dan dibantu oleh satu orang wakil walikota.
c. Wali kota dan wakilnya dipilih secara langsung dalam satu pasangan melalui pemilihan langsung kepala daerah (pilkada).
d. Pelaksana pilkada ialah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)
Bab 4
Pemerintahan Provinsi
1. Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat yang mempunyai batas daerah tertentu yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sesuai aspirasi masyarakat dalam sistem NKRI.
2. Wilayah administrasi adalah wilayah kerja gubernur selaku wakil pemerintah pusat
3. Wilayah Provinsi; merupakan gabungan dari beberapa wilayah kabupaten atau kota. Wilayah provinsi berupa wilayah daratan dan wilayah perairan. Masing-masing provinsi mempunyai kekayaan budaya yang beraneka ragam ada rumah adat, pakaian adat, makanan, senitari, senjata, dan karya sastra.
4. Pemerintahan provinsi disebut juga pemerintah daerah otonom dan daerah administratif. Pemerintah provinsi dipimpin seorang gubernur dan bertanggung jawab kepada DPRD provinsi.
5. DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang memiliki fungsi legislasi (penyusunan peraturan daerah), budgeting (penyusunan anggaran), dan pengawasan. Masa jabatan anggota DPRD adalah lima tahun. Mereka dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilu legislatif.
6. Tugas dan wewenang DPRD:
a. Membentuk perda yang dibahas dengan kepala daerah.
b. Membahas dan menyetujui rancangan APBD.
c. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan perda, peraturan perundangan lainnya, dan APBD.
d. Memberi pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah.
e. Meminta laporan pertanggungjawaban kepala daerah.
7. Tugas dan wewenang Gubernur dan wakil gubernur:
a. Memimpin penyelengggaraan pemerintah daerah yang ditetapkan bersama DPRD provinsi.
b. Mengajukan rancangan peraturan daerah (Perda).
c. Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD provinsi.
d. Menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang APBN kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama.
e. Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah.
f. Mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan.
g. Melaksanakan tugas dan wewenang sesuai peraturan perundangundangan.
8. Sekretariat daerah dipimpin oleh sekretaris daerah. Sekretaris daerah bertugas membantu kepala daerah mengoordinasi dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Dalam menjalankan tugasnya, sekretaris daerah bertanggung jawab kepada gubernur. Sekretaris daerah dibantu beberapa pembantu gubernur dan beberapa kepala bidang. Sekretaris daerah provinsi diangkat dan diberhentikan oleh presiden atas usul gubernur.
9. Perangkat daerah provinsi lainnya, antara lain:
a. Pembantu gubernur
b. Kepala bidang
c. Sekretariat DPRD
10. Lembaga-lembaga lainnya yang membantu tugas gubernur:
a. Dinas-dinas daerah e. Kejaksaan Tinggi
b. Badan-badan daerah f. Pengadilan Tinggi
c. Kantor wilayah g. Kepolisian Daerah (Polda)
d. Lembaga teknis daerah h. Komando Daerah Militer (Kodam)
Bab 5
Sistem Pemerintahan Pusat
1. Pemerintahan pusat adalah pelaksana pemerintahan yang mengurusi seluruh wilayah Negara. Pemerintahan pusat antara lain presiden, wakil presiden, dan para menteri. Pemerintahan pusat juga disebut lembaga eksekutif.
2. Lembaga-lembaga negara di Indonesia, yaitu:
a. Lembaga legislatif; lembaga negara yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Lembaga legislatif terdiri atas;
1) DPR (Dewan Perwakilan Rakyat); Anggota DPR dipilih dari partai politik yang berkompetisi dalam pemilihan umum legislatif. Lembaga ini setidaknya mempunyai 3 (tiga) fungsi:
a) Legislasi; mengadakan dan mengesahkan undang-undang Negara.
b) Anggaran; mengesahkan anggaran belanja dan pendapatan Negara.
c) Pengawasan; Mengawasi jalannya roda pemerintahan.
2) MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) ; Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD. Tugas dan wewenang MPR antara lain:
a) Mengubah dan menetapkan UUD.
b) Melantik presiden dan wakil presiden.
c) Memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.
3) DPD (Dewan Perwakilan Daerah); Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum. Di mana 4 calon anggota DPD yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan menjadi anggota DPD. Adapun tugas DPD antara lain:
a) Mengajukan RUU (Rancangan Undang-Undang) kepada DPR.
b) Ikut membahas RUU.
c) Melakukan pengawasan pelaksanaan RUU.
RUU yang dimaksud hanya berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat – daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.
b. Lembaga yudikatif; lembaga yang memegang kekuasaan di bidang kehakiman. Lembaga yudikatif terdiri atas
1) MA (Mahkamah Agung); merupakan badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman tertinggi. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan, antara lain Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara.
2) MK (Mahkamah Konstitusi); lembaga kehakiman yang menangani tuntutan masyarakat atas kelayakan suatu undang-undang atau peraturan. Mahkamah Konstitusi dapat mencabut suatu peraturan atau UU yang dirasa tidak adil atau tidak layak, serta bertentangan dengan UUD 45. Menurut UUD 1945, ada empat kewenangan MK, yaitu:
a) Menguji UU terhadap UUD 1945.
b) Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang diberikan oleh UUD.
c) Memutuskan pembubaran partai politik.
d) Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.
3) KY (Komisi Yudisial); lembaga yang mengawasi para hakim dalam memutus perkara.
c. Lembaga eksekutif; lembaga yang memegang kekuasaan pemerintahan. Lembaga ini dipimpin oleh presiden dan wakil presiden. dibantu menteri-menteri dan lembaga negara lainnya. Lembaga eksekutif itulah yang disebut dengan pemerintah pusat. Presiden dan wakil presiden dipilih oleh rakyat Indonesia dalam pemilihan presiden.
3. Wewenang Presiden Selaku Kepala Negara, meliputi:
a. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 1945 (sesuai UUD 45 pasal 4 ayat 1).
b. Menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk menjalankan UU (UUD 45 pasal 5 ayat 2).
c. Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri Negara (UUD 45 pasal 17 ayat 2).
4. Tugas Presiden dalam Bidang Legislatif, meliputi:
a. Memegang kekuasaan membentuk UU dengan persetujuan DPR (UUD 45 pasal 5 ayat 1).
b. Berhak menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang (UUD 45 pasal 22 ayat 1).
5. Tugas Presiden dalam Bidang Yudikatif, meliputi:
a. Memberi grasi, yaitu ampunan yang diberikan kepada orang yang telah dijatuhi hukuman atas pertimbangan Mahkamah Agung.
b. Memberi amnesti, yaitu pengampunan atau penghapusan hukuman pada seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindak pidana atas pertimbangan DPR.
c. Memberi abolisi, yaitu penghapusan atau peniadaan pidana atas pertimbangan DPR.
d. Memberi rehabilitasi, yaitu pemulihan nama baik pada seseorang atau sekelompok orang atas pertimbangan Mahkamah Agung
6. Tugas Wakil Presiden meliputi:
a. Membantu presiden dalam menjalankan kewajibannya sehari-hari.
b. Mewakili presiden apabila presiden berhalangan sementara.
c. Mengganti presiden apabila presiden berhalangan tetap
7. Kementerian Negara; dalam menjalankan tugasnya, presiden dan wakil presiden dibantu para menteri. Menteri ini membawahi bidang-bidang tertentu. Ada tiga jenis menteri yaitu;
a. Menteri departemen; departemen merupakan unsur pelaksana pemerintah yang dipimpin oleh menteri yang bertanggung jawab kepada presiden. Departemen mempunyai tugas membantu presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang masing-masing.
b. Menteri Negara; menangani tugas tertentu dalam kegiatan pemerintah negara yang tidak ditangani oleh departemen.
c. Menteri koordinator; mempunyai tugas mengoordinasikan penyiapan dan penyusunan kebijakan serta pelaksanaannya di bidang tertentu dalam kegiatan pemerintahan negara.
8. Sekretariat Negara RI (Setneg RI) adalah lembaga pemerintah yang berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawa langsung kepada presiden. Adapun tugasnya memberika dukungan staf dan pelayanan administrasi kepada presiden selak kepala negara dalam menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan Negara.
9. Sekretariat kabinet, yang bertugas memberikan pelayanan administrasi kepada presiden.
10. Lembaga pemerintah nondepartemen (LPND), yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan tertentu dari presiden. Lembaga Pemerintah Nondepartemen, antara lain:
a. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
b. Badan Intelejen Negara (BIN)
c. Badan Kepegawaian Negara (BKN)
d. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
e. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
f. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)
g. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
h. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)
i. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
j. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)
k. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
l. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
m. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
n. Badan Pertanahan Nasional (BPN)
o. Badan Pusat Statistik (BPS)
p. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
q. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
r. Lembaga Administrasi Negara (LAN)
s. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
t. Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS)
u. Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN)
v. Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG)
w. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS)
x. Badan SAR Nasional (BASARNAS)
11. Kejaksaan, yang bertugas mengajukan tuntutan di muka pengadilan terhadap para pelaku kejahatan.
12. Badan ekstra struktural, yang bertugas memberi pertimbangan kepada presiden atau menteri dalam pelaksanaan kegiatan tertentu, yang termasuk badan ekstra struktural, antara lain;
a. Dewan Ekonomi Nasional (DEN)
b. Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD)
c. Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek)
d. Badan Pelaksana APEC
e. Badan Pertimbangan Jabatan Nasional (Baperjanas)
f. Lembaga Sensor Film (LSF)
g. Tim Bakorlak Inpres 6
h. Tim Pengembangan Industri Hankam
i. Komite Olahraga Nasional Indonesia
j. Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia
k. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk Aceh dan Nias (BRR Aceh - Nias)
l. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)
13. Badan independen, yaitu badan yang dibentuk pemerintah pusat, namun bekerja secara independent, yang termasuk badan independen, antara lain;
a. Badan Nasional Sertifikasi Profesi
b. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
c. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan)
d. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)
e. Komisi Ombudsman Nasional (KON)
f. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
g. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
h. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
i. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
14. TNI dan Polri, yang bertugas menjaga keutuhan NKRI dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan penjelasan sebagai berikut;
a. TNI dipimpin oleh seorang panglima. Panglima TNI dipilih oleh presiden dengan persetujuan DPR. TNI dibagi menjadi 3 angkatan, yaitu angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Setiap angkatan dipimpin oleh seorang kepala staff. TNI bertugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman dari luar maupun dari dalam.
b. Polri juga termasuk lembaga negara. Kepolisian dipimpin oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kapolri dipilih presiden dengan persetujuan DPR. Kepolisian bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat
15. KPU (Komisi Pemilihan Umum); yang bertugas merencanakan, mempersiapkan, dan memimpin jalannya pelaksanaan pemilu.. Dalam menjalankan tugas fungsinya, KPU membentuk 9 bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Bagian peserta pemilu.
b. Bagian pendidikan dan informasi pemilu.
c. Bagian pendaftaran pemilu dan pencalonan.
d. Bagian logistik pemilu.
e. Bagian pemungutan suara dan penetapan hasil pemilu.
f. Bagian hukum.
g. Bagian organisasi, personil, dan keuangan pemilu.
h. Bagian kajian dan pengembangan pemilu.
i. Bagian hubungan antarlembaga.
16. Perwakilan RI di luar negeri, yang dijalankan oleh seorang duta besar. Duta besar ditunjuk oleh presiden atas persetujuan DPR. Duta besar berkantor di ibu kota manca negara
17. Badan pemeriksa keuangan (BPK), yaitu lembaga yang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Hasil pemeriksaannya diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai kewenangannya.
8. Bank sentral, yaitu bank yang mengatur kebijakan moneter dan mencetak uang.
Bab 6
Mengenal Globalisasi
1. Globalisasi dapat diartikan suatu proses mendunia atau menuju satu dunia. Peristiwa yang terjadi di dunia dapat kita saksikan secara langsung tanpa harus mendatanginya. Kita dapat berkomunikasi jarak jauh melalui alat telekomunikasi. Menempuh perjalanan jauh hanya beberapa jam dengan pesawat terbang.
2. Globalisasi telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk kebudayaan. Perubahan sosial akibat globalisasi meliputi beberapa jenis:
a. Makanan; ditandai dengan berbagai jenis makanan instant (cepat saji). Masyarakat dapat menikmati tanpa harus susah payah membuat dan memasaknya. Tapi bahayanya adalah zat kimia yang ada di dalamnya, seperti zat pengawet, pewarna, dan perasa.
b. Pakaian; masyarakat di negara berkembang biasanya suka meniru perkembangan model dari negara maju, sehingga mendorong industri pakaian berkembang pesat.
c. Perilaku; pudarnya budaya gotong royong. Hal ini sangat mencolok pada masyarakat di perkotaan. Mereka sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.
d. Gaya hidup; gencarnya iklan memengaruhi keinginan masyarakat untuk memiliki suatu barang mutakhir. Orang berlomba-lomba memiliki barang baru guna meningkatkan gengsi.
3. Dampak negatif adanya globalisasi, antara lain:
a. Orang menjadi sangat individualis (mementingkan diri sendiri).
b. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa (pola berpakaian dan pergaulan),seperti memakai anting-anting bagi laki-laki dan lain-lain.
c. Budaya konsumtif; kebiasaan senang menghamburkan uangnya untuk kepentingan yang kurang bermanfaat.
d. Sarana hiburan yang melalaikan dan membuat malas; dengan adanya playstation banyak anak melupakan waktu untuk belajar, membantu orang tua, dan beristirahat.
e. Budaya permisif; menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan sarana canggih.
f. Menurunnya ikatan rohani; Pada era globalisasi orang banyak yang meninggalkan ibadah dengan alasan sibuk. Orang juga banyak meninggalkan ajaran agama. Mereka hanya mementingkan duniawi saja
4. Kebudayaan merupakan kepribadian suatu bangsa. Budaya adalah pikiran dan akal budi. Contohnya; beberapa nyanyian dan lagu, berbagai tari-tarian, berbagai alat musik yang khas, berbagai seni pertunjukan, dan berbagai budaya khas lainnya.
5. Tujuan melakukan misi kebudayaan internasional yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia, sehingga diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia, pada akhirnya akan menambah devisa negara.
6. Contoh beberapa tim kesenian yang tampil di tingkat internasional:
a. Kelompok kesenian Bougenville yang berasal dari Kalimantan Barat diundang ke Madrid, Spanyol. Pada 21 sampai 28 Oktober 2003
b. Grup seni tradisional Indonesia, Nanglang Danasih, tampil di Roma, Italia. Grup ini tampil dalam festival seni internasional dan meraih dua juara.
c. Tim kesenian Sumatra Selatan ke Malaysia. Grup ini tampil dalam acara festival Gendang Nusantara 10 - 15 April 2003.
d. Tim kesenian Bali ke Chili dan Peru. Dalam rangka memenuhi undangan KBRI Tim dari pulau Dewata ini menampilkan tari Saman (Aceh), tari Maengket (Sulawesi), dan sejumlah tari Bali.
e. Tim kesenian Jaipong dan Rampak Gendang ke Irak. Tim kesenian Indonesia untuk kesekian kalinya tampil dalam Festival Internasional Babylon.
f. Atas undangan Indian Council For Cultural Relations Ministry External Affairs (ICCR).Mereka juga terkesan dengan bagian dalam memeriahkan festival kebudayaan internasional di India Tim kesenian Indonesia tampil memukau ribuan penonton.
g. UNESCO lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan telaah terhadap kesenian wayang kulit. Karena Ki Manteb menerima penghargaan UNESCO Award yang diserahkan langsung di Paris, Prancis. Ki Manteb Sudarsono dalang wayang kulit dari kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah go internasional.
7. Setiap daerah mempunyai berbagai macam tarian yang disebut tarian adapt, yaitu;
a. Jawa Barat misalnya terdapat tari Jaipong, tari Topeng,
b. Jawa Tengah terdapat tari gambyong,
c. Bali ada tari Lengong,
d. Sumatra Utara terdapat tari Perang,
e. Jawa Timur mempunyai tari Ngremo,
f. Aceh mempunyai tari Seudati, dan
g. daerah khusus ibu kota Jakarta terdapat tari Ronggeng.
8. Alat Musik Daerah
a. Angklung; alat musik angklung berasal dari Jawa Barat. Cara menggunakan angklung adalah dengan digoyang-goyangkan.
b. Gamelan; alat musik gamelan banyak terdapat di daerah Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dibuat dari bahan kuningan atau perunggu. Gamelan terdiri atas seperangkat gamelan antara lain bonang, kenong, demung, gender, saron, gong, dan ada salah satu alat gamelan yang dibuat dari bambu yang disebut gambang. Gamelan menonjolkan adanya perkembangan kebudayaan, khususnya kesenian wayang, baik wayang kulit atau wayang golek dan karawitan.
9. Upaya-upaya untuk menanggulangi pengaruh negatif globalisasi, antara lain;
a. Lingkungan Sekolah; sekolah perlu menekankan pelajaran budi pekerti serta pengetahuan tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalam perilaku negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuran antar pelajar.
b. Lingkungan Keluarga; meningkatkan peran orang tua, antara lain;
- Menekankan rasa tanggung jawab pada anak.
- Menerapkan aturan yang tegas yang harus ditaati setiap anggota keluarga, namun tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatian pada anak.
- Memberi keteladanan. Orang tua harus menjadi contoh yang patut ditiru anak-anaknya.
- Penerapan perilaku sopan santun juga harus dilakukan anak.
c. Lingkungan Masyarakat dan Lingkungan Keagamaan; peran tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan dalam mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke masyarakat.
d. Lingkungan pemerintah dan Negara; pemerintah merupakan salah satu lembaga yang berwenang mengeluarkan peraturan atau hukum, salah satu di antaranya berusaha mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi. Untuk mewujudkannya, pemerintah dapat melakukannya melalui lembaga peradilan, kepolisian, dan lain lain
Kamis, 11 Maret 2010
BAHASA SUNDA 2
GIGIREUN RANJANG URANG NUNGGUAN
gigireun ranjang urang nungguan harepan usik malik tapi pongpok meureut beuki heureut rohang jembarhaté urang. kapan aisan geus diécagkeunbasa pasar kojéngkang cikénéhmiang pirang-pirang anggangna
gigireun ranjang urang nungguanmangsa gurat mangsi juru matanalingakeun kalam ninggang alumsalju jeung kamar béda nyecepnakana balung nu saban peuting nafakuran posisi mana pang tumaninahna
"sakiceup deui!” ceuk anjeunbari nyingkahan angin nebak kongkolak
gigireun ranjang urang nungguanwaruga saha nu diboyong dimandian
MANTERA DAN LAGU-LAGU SINTREN
1. KEMBANG BALINGBING
KEMBANG BALINGBING
MUDUN SEMA PINGGIR KUPING
LUNJANG LINJING
NGIRINGKEUN TUH BUJANG GINDING
2. PINDANG HURANG
PINDANG-PINDANG HURANG
BUNGBUNA KATUMBAR BAWANG
MUNDUR WIRANG MAJU JUNGKRANG
KAPALANG GEUS JADI DALANG
3. KIDUNG
PUN AMPUN KA SANG RUMUHUN
KABATARA-KABATARI
BATARA ANU NGAYUGA, BATARI ANU NGAJAGI
LEMAH CAI INDONESIA,DIJARING BEURANG JEUNG PEUTING
NEDA AGUNG NYA PARALUN, NEDA JEMBAR PANGAKSAMI
NEDA DIJAGA DIRAKSA, TEUBIHKEUN TINA BALAI
GOGODA JEUNG DURUWIKSA, ULAH AREK NYIKSIKUDI
4. MANTERA SINTREN
SOLASIH SOLIANJANA, MENYAN PANGUNDANG DEWA
ALA DEWA SAKING SUKMA, WIDADARI TEMURUNE
5. TURUN SINTREN TURUN SINTREN, SINTRENA WIDADARI
NEMU KEMBANG NING AYUNAN 2 X
KEMBANGNA PADAMURIDA, WIDADARI PATANG PULUH
NGARANJINGKA AWAK SIRA
6. BANONDARI / MANTRA SINTREN
MUN ENGKANG TILAR TIDUNYA, EMBUNG DIKUBUR DIBUMI DIKUBUR DINA LAHUNAN,TUTUNGGULNA PINGPING KUNING TUH CUNDUK ARI SI NYAI, SURA-SEURI JEUNG PACANGAN
MANURUN MANUK MANURUN, ENTONG REK IMUT JEUNG RINYUH TONG SEURI JEUNG EUTI-EUTI, ANGIN PUYUH LILIMBUNGAN SAGARA OMBAK-OMBAKAN, LAILAHA ILALLOH, EONG-EONG GOLOSOR ALLOHU-ALLOHU
7. PRIT GULAWUNG
PRIT GULAWUNG LONTONG KENA BANDAN IRA
SUKMA LOYONG NYI SINTREN SALIN BUSANA
8. KADIPATENAN
MESER SALAM KA GANG KAUM
JALANA KA PASIR LANGU
ASSALAMU ALAIKUM
KASADAYA KAUM DANGU
LAMUN HAYANG KA CIANJUR
PEK TUMPAK MOBIL BMW
LAMUN HAYANG SUBUR MAKMUR
MELAK PARE PUTW
CAI KOPI BOTOL LIMUN
CAI PANAS JAJAMBARAN
NINI AKI KEUR NGALAMUN
BIMAS TACAN KABAYARAN
BATAN ANGGUR PAKE KUAH
MENDINGGE SAMBEL TARASI
BATAN NGANGGUR TAYA SAWAH
MENDING OGE TRANSMIGRASI
9. TURUN TIKUKUR
TURUN TIKUKUR TIWALANDA LELO DATANG
ARI EMAS-EMAS EMAN, 2 X
JANGKUNG KONENG, RATU AYU RAJA DATANG
10. BARI LAIS
BARI LAIS UCUL BANDA NIRA IKI BARI LAIS
DUNUNG JALA DUNUNG 2 X
SI DUNUNG SI MAMBU IWAK, BIANG LARA NANGIS
11. LAYUNG-LAYUNG
LAYUNG-LAYUNG PASINTRIKAN PASENTROKAN
LAYUNG-LAYUNG
MENYAN PANGUNDANG GUSTI 2 X
ADUH LUNGGAK ADUH LENGGOK KOSEWANG GUBRAH
12. BAYEM ETUR
BAYEM-BAYEM ETUR, ETURE NING BABATUR, TUR
BANYU-BANYU MILI, MILIRE NING LAUTAN, TAN
CIRILING BOCAH NAGARA, PURI CILIK JOT-ENJOTAN
13. WIDADARI NGER-NGER
WIDADARI NGER-NGER, MASURI RONO RIO-RIO
SARI LENGKUNG SIRADEN ANA, SILENGKUNG SIRADEN ANA
GODONG SEMPRONG LANDEANA RIO-RIO
14. KEMBANG JENGKOL
KEMBANG JENGKOL-TAKEMBANG JENGKOL
SIJENGKOL OLEH SI BAGOL, BAGOL LILA TABAGOL LILA
CUCUNDUT KEMBANG MALATI, RIWE-RIWE KEMBANG JAMBE
MAPAGKEUN PAYUNG BUREMBI, REMBI GENJLONG
GENJLONGNA-GENJLONG ESOD-ESODNA SAREREGAN
15. ILAR
ILAR KAMANA-MANA ILAR, 2X
ONDE-ONDE JALABRIYA, RIRI GADING KOLEWANG KETEMU
ILAR
16. SINAR WULAN
SINAR-SINAR WULAN, LAMUN DADI WARINGIN KURUNG
SIKURUNG PATING PALAYU, KATIMPAHAN SINAR WULAN
17. KEMBANG JERUK
KEMBANG JERUK AMA NU LALEMBUT
KEMBANG KAPAS AMA SAMARENDA
SAMPING BATIK TUMPANG PANGSELEN
AYEUNA TUMPANG PANGSELEN, TUMPANG PANGSELEN
KEMBANG JERUK AMA NU LALEMBUT
KEMBANG KACANG AMA NGAJARANGJANG
ISUK NGELUK SORE NGELUK, NGADAGO NUNGANJANG DATANG
NU NGANJANG DATANG
17.WARU DOYONG
WARU DOYONG ANA PINGGIR KALI
IMAH CONDONG KURANG TALI
SABRANG LOMBOK SAPADATI
18. GAGAK SAWAH
GAGAK SAWAH WARIRI GODONG MALATI, NGOK INGOK
PAMAN AJA INGOK, WONG INGOK PACIUM PIPI, NGOK INGOK
20. PANDAN SARI
PANDAN SARI, KATUMPANG GODONG MALATI
REMBI-REMBI, PUTRI CILIK TUNGGANG KENDI
21. KEMBANG ASEM
KEMBANG ASEM, SEMPALUNG GODONGE MURAY
KACA BEUREUM, BEUREUM SOTEH BEUREUM UBRAY
22. JAUH JALA
JAUH-JAUH JALA, JALA BISA NEMBANG
WONG WADONTA ARI BISA NYUKIT NYUNGGING
NYULAM NYUNGGING, PUTRI CILIK AYU KUNING
23. SISIR GUNDA
SISIR GUNDA YAYI, NALIWANGSA YAYI
PENDOK DAPUR, KAYU DAPUR, PANGANTEN SURA DODOKAN
24. UNCA-ENCI
UNCA-ENCI SURI RONO, KACAMBAH KACANG SOLASIH
JEJENEK GOLETI MAKAN, MAKAN KUNDANG MAS MULANDANG
PUNGAK PINGUK NING JENDELA, JENDELA KAPITAN SELA
25. CIKERUH
CIKERUH CIWARINGIN, HAYAM BODAS CAN DIKAWIN
ISUK-ISUK MAWA OBOR, OBORNA KUDAMAR DUDUK
DAMAR DUDUK DAMAR GANTUNG,
DAMAR KURUNG KAHUJANAN
LAIN PANAS KAHURUAN, PANAS SOTEH PANASARAN
26. RUJAK CENGKIR
RUJAK CENGKIR IWIR-IWIR, SAJAMBANGAN AWANG-AWANG
ADUH RUMYAK ADUH REMYOK, BURA-BERE NYANGGA BOKOR
27. ALI EMAS
ALI-ALI EMAS KULANG-KALING KORONCONGAN
EMOH KEBO EMOH SAPI, JALUK SOTEH BUKU SIJI
28. MANTRA ANA TANGIS
ANA TANGIS LAYUNG-LAYUNG, TANGISE WONG BEDIL MATI
GEDONG ANA KUNCI ANA, WONG MATINE SAWURUNGE
DINORAH PANGERAN IRA, JALA GENDRUNG ELING
ANA TANGIS LAYUNG-LAYUNG, TANGISE WONG BEDIL MATI
AYU NYAI PADA BALIK, WONG BALIK NING UMAH IRA
BAPA IRA GOLETI IRA, JALA GENDRUNG ELING
29. KEMBANG LAOS
KEMBANG LAOS KEMBANG KEMUNING
AREP BALIK GEURA ELOS, ESUK IKI MENE MANING
30. KEMBANG MAWAR
KEMBANG MAWAR DITANDURE PINGGIR LATAR
PAMAN AJA BUBAR WONG AYU REK JALUK BAYAR
WONG AYU REK JALUK BAYAR
gigireun ranjang urang nungguan harepan usik malik tapi pongpok meureut beuki heureut rohang jembarhaté urang. kapan aisan geus diécagkeunbasa pasar kojéngkang cikénéhmiang pirang-pirang anggangna
gigireun ranjang urang nungguanmangsa gurat mangsi juru matanalingakeun kalam ninggang alumsalju jeung kamar béda nyecepnakana balung nu saban peuting nafakuran posisi mana pang tumaninahna
"sakiceup deui!” ceuk anjeunbari nyingkahan angin nebak kongkolak
gigireun ranjang urang nungguanwaruga saha nu diboyong dimandian
MANTERA DAN LAGU-LAGU SINTREN
1. KEMBANG BALINGBING
KEMBANG BALINGBING
MUDUN SEMA PINGGIR KUPING
LUNJANG LINJING
NGIRINGKEUN TUH BUJANG GINDING
2. PINDANG HURANG
PINDANG-PINDANG HURANG
BUNGBUNA KATUMBAR BAWANG
MUNDUR WIRANG MAJU JUNGKRANG
KAPALANG GEUS JADI DALANG
3. KIDUNG
PUN AMPUN KA SANG RUMUHUN
KABATARA-KABATARI
BATARA ANU NGAYUGA, BATARI ANU NGAJAGI
LEMAH CAI INDONESIA,DIJARING BEURANG JEUNG PEUTING
NEDA AGUNG NYA PARALUN, NEDA JEMBAR PANGAKSAMI
NEDA DIJAGA DIRAKSA, TEUBIHKEUN TINA BALAI
GOGODA JEUNG DURUWIKSA, ULAH AREK NYIKSIKUDI
4. MANTERA SINTREN
SOLASIH SOLIANJANA, MENYAN PANGUNDANG DEWA
ALA DEWA SAKING SUKMA, WIDADARI TEMURUNE
5. TURUN SINTREN TURUN SINTREN, SINTRENA WIDADARI
NEMU KEMBANG NING AYUNAN 2 X
KEMBANGNA PADAMURIDA, WIDADARI PATANG PULUH
NGARANJINGKA AWAK SIRA
6. BANONDARI / MANTRA SINTREN
MUN ENGKANG TILAR TIDUNYA, EMBUNG DIKUBUR DIBUMI DIKUBUR DINA LAHUNAN,TUTUNGGULNA PINGPING KUNING TUH CUNDUK ARI SI NYAI, SURA-SEURI JEUNG PACANGAN
MANURUN MANUK MANURUN, ENTONG REK IMUT JEUNG RINYUH TONG SEURI JEUNG EUTI-EUTI, ANGIN PUYUH LILIMBUNGAN SAGARA OMBAK-OMBAKAN, LAILAHA ILALLOH, EONG-EONG GOLOSOR ALLOHU-ALLOHU
7. PRIT GULAWUNG
PRIT GULAWUNG LONTONG KENA BANDAN IRA
SUKMA LOYONG NYI SINTREN SALIN BUSANA
8. KADIPATENAN
MESER SALAM KA GANG KAUM
JALANA KA PASIR LANGU
ASSALAMU ALAIKUM
KASADAYA KAUM DANGU
LAMUN HAYANG KA CIANJUR
PEK TUMPAK MOBIL BMW
LAMUN HAYANG SUBUR MAKMUR
MELAK PARE PUTW
CAI KOPI BOTOL LIMUN
CAI PANAS JAJAMBARAN
NINI AKI KEUR NGALAMUN
BIMAS TACAN KABAYARAN
BATAN ANGGUR PAKE KUAH
MENDINGGE SAMBEL TARASI
BATAN NGANGGUR TAYA SAWAH
MENDING OGE TRANSMIGRASI
9. TURUN TIKUKUR
TURUN TIKUKUR TIWALANDA LELO DATANG
ARI EMAS-EMAS EMAN, 2 X
JANGKUNG KONENG, RATU AYU RAJA DATANG
10. BARI LAIS
BARI LAIS UCUL BANDA NIRA IKI BARI LAIS
DUNUNG JALA DUNUNG 2 X
SI DUNUNG SI MAMBU IWAK, BIANG LARA NANGIS
11. LAYUNG-LAYUNG
LAYUNG-LAYUNG PASINTRIKAN PASENTROKAN
LAYUNG-LAYUNG
MENYAN PANGUNDANG GUSTI 2 X
ADUH LUNGGAK ADUH LENGGOK KOSEWANG GUBRAH
12. BAYEM ETUR
BAYEM-BAYEM ETUR, ETURE NING BABATUR, TUR
BANYU-BANYU MILI, MILIRE NING LAUTAN, TAN
CIRILING BOCAH NAGARA, PURI CILIK JOT-ENJOTAN
13. WIDADARI NGER-NGER
WIDADARI NGER-NGER, MASURI RONO RIO-RIO
SARI LENGKUNG SIRADEN ANA, SILENGKUNG SIRADEN ANA
GODONG SEMPRONG LANDEANA RIO-RIO
14. KEMBANG JENGKOL
KEMBANG JENGKOL-TAKEMBANG JENGKOL
SIJENGKOL OLEH SI BAGOL, BAGOL LILA TABAGOL LILA
CUCUNDUT KEMBANG MALATI, RIWE-RIWE KEMBANG JAMBE
MAPAGKEUN PAYUNG BUREMBI, REMBI GENJLONG
GENJLONGNA-GENJLONG ESOD-ESODNA SAREREGAN
15. ILAR
ILAR KAMANA-MANA ILAR, 2X
ONDE-ONDE JALABRIYA, RIRI GADING KOLEWANG KETEMU
ILAR
16. SINAR WULAN
SINAR-SINAR WULAN, LAMUN DADI WARINGIN KURUNG
SIKURUNG PATING PALAYU, KATIMPAHAN SINAR WULAN
17. KEMBANG JERUK
KEMBANG JERUK AMA NU LALEMBUT
KEMBANG KAPAS AMA SAMARENDA
SAMPING BATIK TUMPANG PANGSELEN
AYEUNA TUMPANG PANGSELEN, TUMPANG PANGSELEN
KEMBANG JERUK AMA NU LALEMBUT
KEMBANG KACANG AMA NGAJARANGJANG
ISUK NGELUK SORE NGELUK, NGADAGO NUNGANJANG DATANG
NU NGANJANG DATANG
17.WARU DOYONG
WARU DOYONG ANA PINGGIR KALI
IMAH CONDONG KURANG TALI
SABRANG LOMBOK SAPADATI
18. GAGAK SAWAH
GAGAK SAWAH WARIRI GODONG MALATI, NGOK INGOK
PAMAN AJA INGOK, WONG INGOK PACIUM PIPI, NGOK INGOK
20. PANDAN SARI
PANDAN SARI, KATUMPANG GODONG MALATI
REMBI-REMBI, PUTRI CILIK TUNGGANG KENDI
21. KEMBANG ASEM
KEMBANG ASEM, SEMPALUNG GODONGE MURAY
KACA BEUREUM, BEUREUM SOTEH BEUREUM UBRAY
22. JAUH JALA
JAUH-JAUH JALA, JALA BISA NEMBANG
WONG WADONTA ARI BISA NYUKIT NYUNGGING
NYULAM NYUNGGING, PUTRI CILIK AYU KUNING
23. SISIR GUNDA
SISIR GUNDA YAYI, NALIWANGSA YAYI
PENDOK DAPUR, KAYU DAPUR, PANGANTEN SURA DODOKAN
24. UNCA-ENCI
UNCA-ENCI SURI RONO, KACAMBAH KACANG SOLASIH
JEJENEK GOLETI MAKAN, MAKAN KUNDANG MAS MULANDANG
PUNGAK PINGUK NING JENDELA, JENDELA KAPITAN SELA
25. CIKERUH
CIKERUH CIWARINGIN, HAYAM BODAS CAN DIKAWIN
ISUK-ISUK MAWA OBOR, OBORNA KUDAMAR DUDUK
DAMAR DUDUK DAMAR GANTUNG,
DAMAR KURUNG KAHUJANAN
LAIN PANAS KAHURUAN, PANAS SOTEH PANASARAN
26. RUJAK CENGKIR
RUJAK CENGKIR IWIR-IWIR, SAJAMBANGAN AWANG-AWANG
ADUH RUMYAK ADUH REMYOK, BURA-BERE NYANGGA BOKOR
27. ALI EMAS
ALI-ALI EMAS KULANG-KALING KORONCONGAN
EMOH KEBO EMOH SAPI, JALUK SOTEH BUKU SIJI
28. MANTRA ANA TANGIS
ANA TANGIS LAYUNG-LAYUNG, TANGISE WONG BEDIL MATI
GEDONG ANA KUNCI ANA, WONG MATINE SAWURUNGE
DINORAH PANGERAN IRA, JALA GENDRUNG ELING
ANA TANGIS LAYUNG-LAYUNG, TANGISE WONG BEDIL MATI
AYU NYAI PADA BALIK, WONG BALIK NING UMAH IRA
BAPA IRA GOLETI IRA, JALA GENDRUNG ELING
29. KEMBANG LAOS
KEMBANG LAOS KEMBANG KEMUNING
AREP BALIK GEURA ELOS, ESUK IKI MENE MANING
30. KEMBANG MAWAR
KEMBANG MAWAR DITANDURE PINGGIR LATAR
PAMAN AJA BUBAR WONG AYU REK JALUK BAYAR
WONG AYU REK JALUK BAYAR
Langganan:
Postingan (Atom)


